Kasus Penipuan, Luckman Bachmid Cs Vonis Meify 3 Tahun Penjara

0
23
Terdakwa kasus penipuan, MSYS alias Meifie (36) divonis 3 tahun penjara di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (6/12/2017).
Terdakwa kasus penipuan, MSYS alias Meifie (36) divonis 3 tahun penjara di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (6/12/2017).

CINTASULUT.COM,- MSYS alias Meifie(36) akhirnya divonis 3 tahun penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Luckman Bachmid dengan anggota Alfi Usup dan Donald Malubaya di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (6/12/2017). Meifie terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sejumlah uang Rp355 juta milik korban perempuan LG.
Sebagaimana dalam amar putusan, warga Kelurahan Sindulang I lingkungan V Kecamatan Tuminting Kota Manado itu terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penipuan, sebagaimana dalam dakwaan ke satu melanggar pasal 378 KUHP.
Usai putusan, Ketua Majelis Hakim, Bachmid kemudian memberikan kesempatan untuk pikir -pikir, baik terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) La Haja , apakah terdakwa menerima putusan tersebut atau akan melakukan upaya hukum lainnya dengan banding.
Diketahui, oleh JPU La Haja terdakwa sebelumnya telah dituntut pidana 4 tahun penjara. Perbuatan yang dilakukan terdakwa sekitar bulan Januari 2015 hingga Maret 2017. Berawal terdakwa datang ke rumah korban inisial LG , di kelurahan Mahawu Lingkungan VII Kec. Tuminting dengan menawarkan kalau ada tanah milik tantenya terletak di Desa Batu Kec. Likupang Barat seluas 8 hektar. Meifie mengatakan kalau tanah tersebut sudah terjual dan uang hasil penjualan sudah berada di rekening milik tantenya bernama Telly Lumuhu.
Dengan bujukan, Meifie merayu korban agar menyiapkan dana untuk pengurusan surat-surat termasuk sertifikat, maka harga penjualan tanah tersebut akan diberikan pada korban sebanyak Rp40 miliar.
Tipu muslihat dilancarkan terdakwa, jika tanah milik tantenya sudah dibeli oleh pengusaha dari Kanada sebesar Rp166 miliar, dan untuk lebih menyakinkan, terdakwa memperlihatkan foto saldo rekening dari telpon genggam dimana tertulis sejumlah tersebut diatas.
Tergiur dengan jumlah miliaran dan terbujuk rayuan terdakwa korban tergerak hatinya untuk memberikan uang kepada terdakwa secara bertahap, dengan total Rp355 juta.
Korban sudah beberapa kali menanyakan pada terdakwa mengenai hasil penjualan namun terdakwa selalu mengatakan sedikit lagi masih dalam pengurusan. Bahkan terdakwa masih tetap dengan akal bulus, malah kembali meminta agar korban menambah dana lagi.
Dan untuk lebih meyakinkan korban kembali, terdakwa mempertemukan beberapa korban lainnya, antara lain saksi Ansar, saksi abdul Mutlib Antai, saksi Adi. Terdakwa kemudian mempertemukan korban dengan lelaki Darta Lumuhu mengaku anggota KPK dan Hendro Silow di Hotel Celebes jika mereka lah yang mengurus dalam penjualan tanah , sehingga korban lebih yakin lagi dan terbujuk kembali memberikan sejumlah uang padanya lagi.
Belakangan terungkap jika uang yang korban serahkan pada terdakwa, ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi dan rekening saldo miliaran yang ditunjukkan oleh terdakwa, hanya foto rekayasa yang dibuat oleh terdakwa.
Di luar persidangan terkait hasil putusan, pihak korban melalui Kuasa Hukumnya, Abdulrahim Padli SH mengatakan, jika pihak klien cukup puas dengan keputusan Majelis Hakim dan menilai keputusan tersebut sangat adil .
“Klien saya tentunya puas dengan vonis yang telah dijatuhkan majelis hakim pada terdakwa, putusan tersebut sangat adil. Dan langkah kami selanjutnya dipastikan akan kami lanjutkan proses perdatanya,” ujar Padli, pengacara yang terkenal akrab dengan siapa saja.
Ditambahkan pula jika korban lainnya, satu per satu akan melaporkan kasus yang sama.
“Korban-korban lainnya yang juga kena tipu terdakwa, satu per satu akan melaporkan atas kasus yang sama,” tutup Advokad yang murah senyum ini.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY