Kasus Pinjaman 4 M Diknas Sulut Terus Bergulir

0
174
Kasus perdata pinjaman berbandrol Rp.4 miliar oleh Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut kembali bergulir di Pengadilan Negeri  Manado.
Kasus perdata pinjaman berbandrol Rp4 miliar oleh Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut kembali bergulir di Pengadilan Negeri Manado.

CINTASULUT.COM,- Kasus perdata pinjaman berbandrol Rp4 miliar oleh Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut, dan digugat oleh MRP alias Moren, Rabu (26/4/2017) kembali bergulir di Pengadilan Negeri Manado. Kali ini, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi pun sudah berakhir. Proses meja hijau kasus yang dipimpin Majelis Hakim Jemmy Lantu itu telah siap masuk pada tahap kesimpulan.
Usai persidangan, Penasehat Hukum penggugat, Semmy Mananoma SH MH, ketika dikonfirmasi awak media membenarkan kalau sidang selanjutnya masuk tahap kesimpulan.
Dijelaskan pula dalam tahap kesimpulan, pihaknya bakal melampirkan sejumlah bukti yang ada, termasuk kwitansi peminjaman uang yang nominalnya miliaran rupiah.
“Intinya pemeriksaan saksi telah berakhir, dan kami dari pihak penggugat juga telah mengajukan dua orang saksi yang membenarkan adanya bentuk peminjaman dari pihak Diknas Sulut terhadap klien kami,” tegas Mananoma.
Lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa, bukti hitam di atas putih peminjaman uang ini telah ditanda tangani langsung oleh bendahara saat itu, yakni ibu Maria.
“Kami juga punya bukti kwitansi peminjaman yang ditanda tangani bendahara,” tandasnya, sembari menegaskan bahwa benar ada proses peminjaman uang dari pihak Diknas Sulut terhadap kliennya.
Patut diketahui, kasus perdata ini berproses sejak tahun lalu. Namun, sering mengalami penundaan akibat pihak tergugat dalam hal ini, Diknas Sulut kerap berhalangan hadir di persidangan.
Selain itu, diketahui langkah hukum ini terpaksa ditempuh penggugat, mengingat tidak ada itikad baik dari Diknas Sulut untuk menggembalikan seutuhnya uang yang dipinjam dari ibu Mouren. Dan hingga kini, masih ada Rp.3 miliar lebih belum dikembalikan tergugat kepada penggugat.
Pada sidang sebelumnya, saksi yang dihadirkan pihak penggugat juga sempat membenarkan kalau dirinya telah mengantar langsung uang miliaran tersebut bersama penggugat di kantor Diknas Sulut, pada rentang waktu 2012-2013.
Saksi juga menjelaskan bahwa uang yang diantarnya bersama penggugat, sebagian ada yang diletakkan dalam dos dan ada dalam kantong plastik. Uang tersebut diantar pertama kali ke ruangan Sekretaris Diknas Sulut, lalu menuju ruangan bendahara. Pada masa itu, Kepala Diknas Sulut tengah dijabat Star Wowor.
Menariknya, proses peminjaman uang ini ternyata turut membongkar adanya indikasi korupsi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di masa itu. Mengingat, kas saat itu kosong dan pihak Diknas Sulut membutuhkan dana guna membayar dana BOS tahun itu. Sehingga, pimpinan di lembaga tersebut ikut melakukan proses peminjaman terhadap salah satu rekanan kontraktor, yakni ibu Mouren.
Penggugat juga menerangkan kalau pihaknya telah melayangkan somasi terlebih dahulu sebelum menempuh gugatan perdata. Bahkan, mantan Sekprov Sulut sempat memediasi. Namun sayangnya, tidak membuahkan hasil. Dan akhirnya, kasus ini berproses di pengadilan.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY