Kejati Sulut Resmi Jadi DOJO ADHYAKSA SULUT

0
18
Kajati Sulut ikut latihan perdana bersama anak-anak.
Kajati Sulut ikut latihan perdana bersama anak-anak.

CINTASULUT.COM,- Satu lagi gebrakan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) di bidang olahraga. Setelah sukses dengan dua iven yakni Karate Open Tournament Gojukai Sulut Cup Tahun 2019 di Tomohon memperebutkan piala bergilir Kajati Sulut dan piala tetap Walikota Tomohon dan Kejuaraan Karate Open Tournament se-Sulut “Adhyaksa Cup” dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 Tahun 2019 di Gedung Koni Manado, Kejati Sulut juga sukses membawa Kontingen Karate Sulut pada kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Indonesia memperebutkan piala bergilir JAN DARMADI II di Oso Sport Center Bekasi-Jawa Barat dengan mencetak prestasi gemilang dengan membawa 13 medali. Memperhatikan prestasi yang dicetak dan menimbang pentingnya olahraga demi kesehatan, Kejati Sulut resmi menjadikan beranda kantor tersebut sebagai tempat latihan (Dojo) Karate-Do Gojukai Indonesia Komda Sulut dengan nama “DOJO ADHYAKSA SULUT”.

Kajati Sulut, Andy Muh. Iqbal Arief, SH. MH (kedua dari kiri).
Kajati Sulut, Andy Muh. Iqbal Arief, SH. MH (kedua dari kiri).

Adapun alasan disampaikan Kepala Kejati Sulut Andy Muh. Iqbal Arief, SH. MH (ex officio) Ketua Umum Pengurus Karate-Do Gojukai Indonesia Komda Sulut didampingi Asisten Pembinaan A. Syahrif Harahap, SH. MH selaku Wakil Ketua Karate-Do Gojukai Indonesia Komda Sulut, dan Josis U. Ngantung selaku Ketua Harian merangkap Ketua Dewan Guru Karate-Do Gojukai Indonesia Komda Sulut bahwa tujuan dibentuknya DOJO Adhyaksa Sulut, disamping bisa olahraga bersama yakni para karyawan dan masyarakat, juga untuk bela diri.
“Terutama bagi para Jaksa harus ada olahraga bela diri karena menyangkut tugas-tugas yang akan dihadapi ke depan,” tutur Kajati Sulut Iqbal Arief, Selasa (20/8/2019) sekitar pukul 16.30 WITA, seraya menambahkan bahwa jadwal latihan setiap hari Selasa dan Kamis.
Sedangkan Josis Ngantung selaku Ketua Harian merangkap Ketua Dewan Guru Karate-Do Gojukai Indonesia Komda Sulut pun menerangkan tujuan olahraga bela diri karate.
“Yang pertama kita menjadi sehat, yang kedua melatih disipilin dan percaya diri, selanjutnya kita jangan tinggi hati. Latihan bela diri seperti pribahasa ilmu padi, makin berisi makin merunduk, jangan sombong, kita harus bergaul dan bermasyarakat dan dilarang membuat hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat seperti kenakalan remaja, narkoba, tarkam, dan segala kenakalan remaja antar anak sekolah,” ujar Ngantung di waktu dan tempat yang sama.
Adapun yang bisa mengikuti latihan perdana lanjut Ngantung, terdiri dari anak-anak SD, SMP, SMA, kuliah dari Kejaksaan dan masyarakat umum serta melibatkan perwakilan dari daerah-daerah seperti Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, Manado.
“Untuk latihan selanjutnya akan dipisah antara anak-anak dan dewasa. Selain itu dipisahkan antara peserta yang baru dan yang lama dengan pelatih yang ditentukan, karena d itempat ini akan dibentuk pusat pelatihan Komda Sulut sedangkan di kabupaten/kota adalah cabangnya,” jelas dia.
Terpantau, dalam latihan perdana itu nampak beberapa peserta yang pernah mengikuti kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Indonesia memperebutkan “Piala bergilir JAN DARMADI II di Bekasi-Jawa Barat. Di antaranya Vanesa Cinta Muaya peraih dua medali emas, juga yang akan mengikuti O2SN tingkat SMP di Semarang dan tingkat SMA di Aceh.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY