Kejati Sulut Sosialisasikan Program JMS di SMA Negeri 9 Manado

0
7
Tim Kejati Sulut dalam kegiatan penyuluhan di SMA Negeri 9 Manado.
Tim Kejati Sulut dalam kegiatan penyuluhan di SMA Negeri 9 Manado.

CINTASULUT.COM,- Berdasarkan pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kejaksaan RI, salah satu tugas Kejaksaan di bidang ketertiban dan ketentraman umum adalah turut menyelenggarakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat salah satunya adalah program jaksa masuk sekolaj (JMS).
“JMS merupakan salah satu program unggulan Kejaksaan RI dalam rangka menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum, sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Kasi Penkum Yoni E. Mallaka, SH, yang menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan JMS di SMA Negeri 9 Manado, Kamis (20/9/2018) kemarin.

Suasana saat berlangsungnya kegiatan penyuluhan hukum di SMA Negeri 9 Manado.
Suasana saat berlangsungnya kegiatan penyuluhan hukum di SMA Negeri 9 Manado.

Senada pula disampaikan Kasi III Khathryna I. Pelealu, SH. MH yang juga sebagai narasumber, tentang maksud kedatangan Tim Penkum Kejati Sulut di SMA Negeri 9 Manado.
“Mungkin adik-adik ada yang bertanya kenapa kami ada di sini. Kami ada di sini untuk mengenalkan hukum sejak dini kepada adik-adik supaya mengerti hukum dan jauh dari hukuman melalui program Jaksa Masuk Sekolah,” jelas Kathryna yang akrab disapa Ikent.
Ikent menjelaskan bahwa ada banyak definisi hukum menurut para ahli.
“Tetapi hukum itu dalam arti yang sederhana adalah aturan yang jika dilanggar ada sanksinya. Contohnya beberapa aturan di lingkungan sekolah, yang bila dilanggar pasti ada sanksi dari pihak sekolah seperti terlambat masuk sekolah, bolos sekolah, merusak fasilitas sekolah, mencoret-coret di lingkungan sekolah, serta menggunakan atribut sekolah tidak sesuai aturan dari sekolah yang bersangkutan,” kata Ikent.
Ikent kemudian menjelaskan tentang beberapa tindak pidana yang kerap melibatkan generasi muda dewasa ini.
“Yakni, penyalahgunaan narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, pencabulan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM, dan tidak mengenakan helm. Ada juga yang menjadi korban traficking (perdagangan orang, red) serta memposting konten-konten berupa kata-kata, video, ataupun gambar yang tidak layak di media sosial.
Dirinya pun berharap para siswa/siswi khususnya yang ada di SMA Negeri 9 Manado tidak akan pernah terlibat dengan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.
“Untuk adik-adik yang hadir disini, saya harap tidak ada yang akan terlibat dalam hal-hal tersebut. Itu hanya akan merusak masa depan adik-adik. Tugas adik-adik adalah belajarlah dengan baik dan belajarlah sekuat tenaga, buatlah orang tua anda bangga dengan prestasi adik-adik,” pungkas Ikent.
Kegiatan penyuluhan tersebut juga dilanjutkan dengan tanya jawab.
Kegiatan itu sendiri dihadiri sekitar 100 siswa/siswi. Dan, pada akhir penyuluhan, para siswa diberikan kesempatan untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang di bawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.
Diketahui, Tim Penyuluhan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH, Kepala Seksi III pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I. Pelealu, SH. MH, Reny Hamel, SH, Heskiel Sumombo, SH, Augustinus Nong, dan Tertius Lumimbus.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY