Kelapa Sawit Merajalela di Sulut, Kekuatiran Slogan Nyiur Melambai Pun Mencuat

0
55
Yusra Alhabsyi (Anggota DPRD Sulut).
Yusra Alhabsyi (Anggota DPRD Sulut).

CINTASULUT.COM,- Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) khususnya para petani kelapa dalam yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan kopra saat ini sedang dihadapkan dengan anjloknya harga kopra.
Di tengah kekuatiran harga kopra yang tak kunjung naik, kekuatiran lain pun mencuat yakni terancamnya slogan Nyiur Melambai di Sulut.
Yusri Alhabsyi, salah satu Anggota DPRD Sulut saat dimintai tanggapan terkait kekuatiran tersebut pun tak menepis.
“Kalau dilihat dari fakta itu, ya terancam,” ucap Legislator Dapil Bolaang Mongondow Raya ini saat diwawancarai sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (12/11/2019) siang.
Berbicara soal anjloknya harga kopra, Yusri mendesak agar pemerintah terus melakukan pemberitahuan dan himbauan kepada masyarakat khususnya petani kelapa agar beralih ke tanaman lain.
“Kalau mendengar penjelasan gubernur kan sudah tidak ada harapan lagi, dan ini seharusnya disampaikan secara komprehensif dan terbuka kepada masyarakat, dengan maksud agar masyarakat jangan terlalu berharap. Selama ini masyarakat masih berharap harga kopra akan naik lagi,” tutur Yusra.
Dirinya pun menghimbau agar petani mengganti tanaman kelapa dalam dengan tanaman lain.
Diketahui, Pemerintah Provinsi terus mencari solusi agar para petani kopra tidak mengalami kebangkrutan atau kolaps. Salah satunya dengan mengajak agar petani kopra tidak terpaku pada satu pengelolahan saja, melainkan mulai beralih untuk membuat minyak kelapa tradisional yang kualitas dan manfaatnya tidak kalah dengan minyak kelapa sawit.
Pemerintah pun lewat dinas terkait terus menyalurkan bantuan berupa alat peras kelapa untuk dijadikan minyak dan lainnya.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY