Kelompok Usaha Ternak Bebek Toronata Kini Panen 3.000 Butir Telur Per Hari

0
319
Salah satu anggota Kelompok Usaha Ternak Bebek Toronata Mogoyunggung.
Berawal dari bantuan bibit bebek oleh pemerintah, masyarakat Desa Mogoyunggung Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong kini punya kesibukan baru.

BOLMONG, CINTASULUT.COM,- Sebagian masyarakat Desa Mogoyunggung, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow sejak Juli 2016 lalu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Ternak Toronata punya kesibukan baru. Berbekal bantuan bibit bebek petelur sebanyak 6.200 ekor dari Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, mereka mengembangkan usaha ternak bebek. Bukan tanpa alasan. Areal persawahan yang menghampar di daerah yang merupakan salah satu lumbung beras Sulawesi Utara itu sangat potensial untuk usaha ternak bebek.
Hard Keon, salah satu peternak, mengakui bahwa ternak bebek petelur yang diberikan pemerintah sejak juli 2016 saat ini telah berproduksi telur. “Saat ini sekitar 3.000 sampai dengan 3.200 butir per harinya,” paparnya.
Namun dikeluhkan Hard Keon, sejauh ini para peternak bebek petelur mengalami hambatan dalam hal pakan. “Hambatannya adalah pada ketersediaan pakan buatan yang kurang,” keluh Hard didampingi Jeffrie Aring yang juga anggota Kelompok Usaha Ternak Toronata. Lantaran sulit mendapatkan pakan buatan, peternak saat ini banyak mengandalkan pada pakan organik (alami). Akibatnya, sekalipun ukuran bebek masih terlalu kecil, terpaksa sudah dilepas ke areal persawahan untuk memenuhi kebutuhan pakan mereka.

Dirinya pun berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan pakan ternak bebek serta menambah kuota bantuan ternak bebek petelur sehingga bisa meningkatkan perekonomian para masyarakat khususnya bagi para peternak bebek.
“Kalau bisa pakan dilebihkan sedikit untuk bebek yang berukuran kecil sampai dengan berumur 1 bulan,” harapnya.
Sementara itu, legislator DPRD Sulut Ir Julius James Tuuk mengatakan kelompok usaha ternak Toronata merupakan sat -satunya kelompok yang berhasil. “Ini menjadi pilot project bagi para kelompok ternak lain yang ada di Sulut. Saya melihat apa yang dilakukan oleh pak Hard Keon dan Jefri Aring ini luar biasa, karena ini merupakan salah satu kelompok usaha peternak terbaik di Sulut. Itu menurut saya, karena tidak ada kelompok peternak di Sulut yang bisa menghasilkan kurang lebih 3.000 sampai 3.200 butir per hari,” paparTuuk yang menjadi pembina kelompok ternak tersebut.
Dijelaskan Tuuk, keberhasilan para peternak Toronata ini tak lepas dari pengalaman para peternak yang sudah memiliki pengetahuan bagaimana cara beternak bebek.
“Sebetulnya sudah ada yang pernah memelihara bebek tapi hanya secara pribadi-pribadi, tidak pernah secara kelompok. Nah dikasih bantuan saat ini oleh pemerintah dan ternyata setiap hari pedapatan kelompok ini kotornya 3.5 juta.  Kalau dihitung 100 baki per hari.” jelasnya.
Hitung-hitungan Tuuk, dengan memiliki 600 ekor, peternak bisa memungut 10 baki atau 300 butir telur per hari. “Ini kan berarti 350 ribu, kalau 1 bulan 10,5 juta dengan memiliki bebek sebanyak 600 ekor,” rinci Tuuk. Dia pun berharap pendapatan peternak bisa berlipat. Namun, ia mengingatkan bahwa bebek ini juga kan ada masa di mana tidak akan bertelur, dan untuk proses recovery-nya agak lama atau sekitar 1 bulan.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY