Kepergok Bersama WIL, Oknum Diduga Wakil Ketua DPRD Sulut Seret Istri Dengan Mobil, Yoyo: Ini Masalah Keluarga

0
3
Feryando Yoyo Lamaluta, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD Partai Golkar Sulawesi Utara.
Feryando Yoyo Lamaluta, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD Partai Golkar Sulawesi Utara.

CINTASULUT.COM,- Video diduga milik salah satu Wakil Ketua DPRD Sulut inisial J yang beredar di media sosial mendapat perhatian berbagai pihak.
Dalam video pendek tersebut, seorang wanita yang adalah istri sah J diseret dengan menggunakan mobil Honda BRV oleh J karena kepergok sedang bersama wanita idaman lain (WIL) di dalam mobilnya. Protes keras dari publik pun mengalir.
Bahkan ada usulan agar J mundur dari jabatannya di Lembaga Politik DPRD Sulut.
Feryando Yoyo Lamaluta, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD Partai Golkar Sulawesi Utara saat diwawancarai media ini lewat ponsel terkait sikap politik partai atas oknum Legislator tersebut belum bisa berkomentar lebih.
“Ini kan masalah internal keluarga, jadi belum bisa berbicara lebih,” ucap pria yang akrab disapa Yoyo kepada wartawan media ini lewat ponsel, Selasa (26/1/2021).
Namun demikian terkait hal itu, lanjut Yoyo, akan tetap dibicarakan di partai.
“Nanti partai akan membicarakan hal ini apa langkah-langkah yang akan diambil. sekali lagi ini masalah internal keluarga,” pungkas dia.
Sebelumnya Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu saat diwawancarai sejumlah awak media beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa BK adalah lembaga yang menangani tentang etika anggota dewan.
“Tentu tugas dari Badan Kehormatan akan melihat dan mengkaji terkait dengan hal-hal yang dilakukan oleh anggota DPRD yang dianggap melanggar etika dan moral. Kami akan membicarakan secara bersama apa penanganan yang harus dilakukan terhadap anggota DPRD yang melanggar etika dan moral,” ujar Rondonuwu.
Ungkap Rondonuwu sudah dikonsultasikan dengan anggota BK untuk melaksankan rapat.
Ditanya apakah oknum Wakil Ketua Dewan “J” akan dipanggil BK, dikatakan Sandra tergantung keputusan rapat BK nantinya.
“Karena BK juga harus mengumpulkan bukti-bukti, kami tidak mau sembarang mengambil sikap,” tutup Rondonuwu.* (jane)

LEAVE A REPLY