KNPI Sulut Gelar Diskusi, Apakah BNI Melemahkan Bank SulutGo?

0
10
KNPI Sulut menggelar diskusi di kantor DPD KNPI Sulut, Selasa (19/2/2019).
KNPI Sulut menggelar diskusi di kantor DPD KNPI Sulut, Selasa (19/2/2019).

CINTASULUT.COM,- Ditariknya Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dari Bank SulutGo ke Bank Negara Indonesia (BNI) jadi perhatian publik. Dikuatirkan, hal ini akan melemahkan bank milik daerah pun mencuat.
KNPI Sulut yang diketuai Jeckson Kumaat ikut ambil sikap. Lewat diskusi, Selasa (19/2/2019) sore di kantor DPD KNPI Sulut berlokasi di Jalan Sario Manado, mencuat pertanyaan apakah BNI merugikan Bank SulutGo.
Dikatakan Jeckson Kumaat dalam diskusi tersebut, bahwa kondisi Bank SulutGo saat ini sangat sehat, hanya yang menjadi persoalan saat ini adalah RKUD.
“Pembicaraan saya dengan dirut Bank SulutGo, RKUD yang mengendap di bank itu tidak besar. Memang betul jumlahnya sampai 1,3 triliun untuk Bolmong, tapi yang mengendap di Bank SulutGo hanya 30 sampai 40 miliar setahun,” ujar Kumaat.
Jadi artinya, lanjut Kumaat yang juga Ketua DPD Partai Hanura Sulut ini, kabar RKUD tersebut lebih besar isu politik.
Masih oleh Jeckson Kumaat, menurut Dirut Bank SulutGo Jeffry Dendeng, tidak benar kalau bank tersebut akan goyah bila dana RKUD sampai ditarik pemkab/pemkot.
“Dijawab singkat oleh Pak Dirut (bahwa) tidak benar, karena Bank SulutGo sangat sehat.

Foto bersama Ketua DPD KNPI Sulut dengan peserta diskusi, Selasa (19/2/2019).
Foto bersama Ketua DPD KNPI Sulut dengan peserta diskusi, Selasa (19/2/2019).

Kumaat pun memaparkan, bahwa dana pihak ketiga di Bank SulutGo berjumlah Rp13 triliun.
“Jadi kalau diambil oleh pemkab/pemkot, Bank SulutGo masih stabil,” jelasnya.
Namun jadi permasalahan akibat ditariknya RKUD oleh Pemkab Bolmong berimbas pada naiknya Non performing loan NPL.
“Karena 2000 kreditur yang selama ini mengambil kredit di Bank Sulutgo begitu beralih ke BNI membuat Bank SulutGo pusing, NPL-nya naik labanya turun,” ujar dia.
Ditambahkan Kumaat, dalam hal ini ikut dilibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Dimana sudah ada penandatanganan kesepakatan antara Bank SulutGo dan BNI dalam rangkah menagih kredit kepada 2000 kreditur. Jadi, masalahnya sudah selesai,” tandas Kumaat.
Sementara, Haris Agus Handoko, CEO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Manado memberikan penegasan bahwa BNI tidak melemahkan atau merugikan Bank SulutGo.
“Tidak ada pelemahan dan tidak ada deal-deal,” jawab Handoko seraya menambahkan bahwa mereka secara bersama-sama memajukan perbankan di Sulut.
Diketahui, turut juga sebagai pembicara di diskusi tersebut, Taufik Tumbelaka sebagai Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC), Karel Najoan sebagai Akademisi, dan dihadiri pula para pengurus dan penasehat KNPI kabupaten/kota.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY