Komisi II DPRD Sulut Tantang Dinas Perkebunan Soal Harga Cengkih

0
18
Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sulut terkait harga cengkih, Selasa (25/6/2019).
Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sulut terkait harga cengkih, Selasa (25/6/2019).

CINTASULUT.COM,- Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang diketuai Cindy Wurangian, Selasa (25/6/2019) kemarin siang melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sulut terkait harga cengkih.
Menurut Wurangian, harga cengkih yakni Rp85 ribu per kilogram harus dipastikan.
“Jangan 85 ribu hanya manis di mulut. Jangan setelah petani ingin menjual cengkih harga sudah tidak sesuai,” tutur politisi Partai Golkar ini di hadapan Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Provinsi Sulut, Revly Ngantung, di ruang rapat Komisi II.
Dirinya pun mendesak agar dinas tersebut memberikan kajian dan masukkan kepada Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.
Di samping itu Legislator yang akan memasuki tiga periode di DPRD Sulut ini mengungkapkan kekuatirannya bila harga cengkih di daerah Nyiur Melambai ini terus mengalami penurunan.
“Bila dalam jangka panjang harga cengkih ini tidak diperhatikan, bisa-bisa tidak ada petani cengkih di Sulut,” kata Wurangian yang diiyakan Noldy Lamalo (Wakil Ketua Komisi II) dan Rocky Wowor (Sekretaris Komisi II).
Usai rapat, Ngantung yang diwawancarai sejumlah awak media mengatakan bahwa harga cengkih Rp85 ribu per kilogram.
“85 ribu rupiah. Tapi syaratnya harus 13 persen kadar air dan tiga persen kotor,” ujar dia.
Ngantung juga menghimbau agar para petani cengkih tidak terjebak pada permainan oknum pengusaha cengkih.
“Menahan diri. Menahan diri dalam arti jangan terjebak pada kondisi yang selama ini terjadi,” ajaknya.
Dipastikan pula oleh Ngantung, harga cengkih Rp85 ribu per kilogram sudah berlaku.
“Yang penting kadar 13 persen air dan tiga persen kotor,” tandas Ngantung.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY