Komisi IV Kembali Gelar Rapat Pembahasan Ranperda Budaya

Lamusu Usul Undang Pihak Terkait di 15 Kabupaten/Kota

0
35
Komisi IV DPRD Sulut Bitang gelar rapat terkait Ranperda Budaya.
Komisi IV DPRD Sulut Bitang gelar rapat terkait Ranperda Budaya.

CINTASULUT.COM,- Memperhatikan semakin minimnya pengetahuan generasi muda tentang budaya yang ada di daerah Nyiur Melambai ini, DPRD Provinsi Sulawesi Utara melalui Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) terus seriusi terkait Ranperda Budaya agar bisa menjadi Perda. Rapat kali ini pada tahap penyatuan persepsi antar para budayawan, LMI, dinas terkait, dan Komisi IV.
Namun, rapat ini harus ditunda kembali dengan batas waktu yang ditentukan.
Dikatakan Rita Lamusu Manoppo, salah satu anggota Komisi IV bahwa penting untuk mengundang dan menghadirkan pihak terkait termasuk dinas terkait dari 15 Kabupaten/Kota.
“Ini menyangkut budaya yang ada di Sulut, jadi sudah seharusnya menghadirkan dinas dan pihak terkait pada pembahasan ranperda budaya ini,” ujar Lamusu dalam rapat yang dipimpin langsung Sekretaris Komisi IV, Fanny Legoh didampingi Herry Tombeng.
Usulan tersebut pun berkembang dengan harus melibatkan empat swat raja dan pemimpin dari daerah kepulauan. Apalagi, menurut para budayawan yang hadir, Undang-Undang Budaya saja baru ditetapkan tahun 2017 setelah 20 tahun lamanya diusulkan dan dibahas.
Ini juga jadi pendapat Rita Lamusu Manoppo, pertemuan selanjutnya perlu melibatkan semua daerah di Sulut. Perlu ada perwakilan dari Bolaang Mongondow dan Sanger.
“Dalam pembahasan Ranperada nanti boleh hanya diutus beberapa saja namun perlu melibatkan semua utusan, baik di Bolmong, Minahasa dan Sanger. Karena memang dalam pertemuan ini saja sudah banyak usulan dan pandangan berbeda apalagi akan mengundang begitu banyak,” tutur wakil rakyat Tanah Totabuan itu.
Sedangkan menurut Legoh yang sekaligus memimpin rapat mengatakan, pertemuan ini baru sekedar meminta pendapat dari para ahli. Nanti di minggu ke empat bulan Agustus dewan akan melanjutkan pembahasan untuk meminta lagi aspirasi dan masukan dari para budayawan. Baik secara administrasi melalui utusan kabupaten/kota maupun tokoh-tokoh budayawan yang ada di daerah masing-masing.
“Nanti dalam penyusunan baru akan melibatkan beberapa utusan yang umumnya dari pihak akdemisi. Selain mengundang mereka ke dewan, pihak komisi IV juga berencana akan ambil waktu turun ke lapangan untuk menjumpai tokoh-tokoh budayawan di daerah-daerah Sulut,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di deprov.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY