Kuatir Ruang Hijau Punah, Teddy Kumaat Jadi Sasaran Keluhan Warga Mahakeret Timur/

0
15
Anggota DPRD Sulut Teddy KKumaat   melaksanakan Reses I tahun 2019 di Kelurahan Mahakeret Timur
Anggota DPRD Sulut Teddy KKumaat melaksanakan Reses I tahun 2019 di Kelurahan Mahakeret Timur

CINTASULUT.COM,- Begitu tingginys tingkat polusi udara saat ini menjadi alasan warga Kota Manadobegitu kukuh mempertahankan sirkulasi udara segar lewat adanya ruang hijau di tengah kota.
Lapangan Sparta Tikala salah satu tempat di pusat kota yang memiliki ruang hijau. Namun, keresahan pun timbul di tengah masyarakat saat ruang hijau di tempat itu berubah fungsi menjadi area parkir. Hal ini tentu saja jadi protes masyarakat.
Saat Teddy Kumaat, salah satu Anggota DPRD Sulut melaksanakan Reses I tahun 2019, sontak ini menjadi aspirasi pertama yang disampaikan salah satu warga Kelurahan Mahakeret Timur Lingkungan 3 Kecamatan Wenang Kota Manado.
“Lapangan tikala saya tidak tahu itu kewenangan siapa. Tapi, yang saya lihat saat ini lapangan tikala sudah beralih fungsi. Dari dulu lapangan tikala sebagai tempat upacara sekaligus tempat masyarakat berolahraga. Dan berjalannya waktu dibuatkan ruang hijau. Namun saat ini area itu dijadikan tempat parkir,” ujar Hein Montolalu di hadapan Teddy Kumaat.
Menanggapi itu, serta merta mantan Wakil Walikota Manado Teddy Kumaat mengatakan bahwa dirinya pun tidak setuju bila ruang hijau menjadi area parkir kendaraan.
“Saya tidak setuju bila dibuat tempat parkir, makin habis ruang hijau. Memang dulu lapangan tikala sebagai tempat upacara, namun seiring waktu dibuatkan ruang hijau dengan harapan bisa diikuti tempat lain yang ada di Manado. Saya akan membicarakan hal itu dengan pak walikota,” jawab Legislator dua periode di DPRD Sulut ini.
Aspirasi lain pun disampaikan warga lain yakni ibu Oly.
Menurutnya jadwal angkut sampah oleh petugas sebelumnya sehari sekali.
“Tapi sekarang dua hari satu kali. Kami harap sampah diangkut setiap hari,” keluh dia.
Selain itu, pembangunan talud di daerah tebing tak luput dari keluhan warga Mahakeret Timur Lingkungan 3.
Dan aspirasi lain yakni terkait BPJS, beasiswa, harga kopra yang anjlok, dan lahan pekuburan di Kota Manado khususnya wilayah Teling yang sangat padat. Warga minta dipersiapkan lahan pekuburan yang baru dengan jarak tidak terlalu jauh.
Dijawab Teddy Kumaat, sejumlah aspirasi tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kota Manado.
“Tapi tetap akan diteruskan kepada walikota. Dan, terkait aspirasi lahan pekuburan Pemerintah Provinsi Sulut mempunya lahan di Wori dan Kalasey, nanti dilihat mana yang lebih dekat, tinggal ini diusulkan ke Pemprov Sulut. Begitupun beasiswa, Pemprov ada anggaran soal itu tapi ada batas nilai. Kalau bisa ajukan saat ini agar bisa ditetapkan di APBD tahun depan,” jelas Kumaat.
Sedangkan terkait turunnya harga kopra, kata Kumaat, sudah beberapa kali dibicarakan di Pemprov.
“Sulut, umumnya indonesia, sangat ketinggalan dalam hal litbang yakni pemanfaatan tanaman kelapa. Pemprov sudah mempunyai solusi yaitu mendirikan pabrik lewat BUMD. Dengan adanya pabrik ini bisa mendongkrak harga dan menstabilkan harga,” tandas Kumaat.* (jane)

==========
Tulisan lain:
[archives limit=12

SHARE

LEAVE A REPLY