Kursi Ketua Fraksi RNK Deprov Sulut Jadi Polemik, Suasana Rapat Paripurna Berlangsung ‘Sexy’

0
101
Suasana Rapat Paripurna DPRD Sulut terkait pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD) 2019, Rabu (14/11/2018). Inset: Felly Runtuwene.
Suasana Rapat Paripurna DPRD Sulut terkait pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD) 2019, Rabu (14/11/2018). Inset: Felly Runtuwene.

CINTASULUT.COM,- Pelaksanaan rapat paripurna terkait pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019, Rabu (14/11/2018) berlangsung seru. Terpantau oleh cintasulut.com, interupsi oleh Felly Runtuwene, salah satu Anggota DPRD Sulut yang meminta ketegasan dari empat pimpinan dewan, siapa yang menjadi Ketua Fraksi Restorasi Nurani Untuk Keadilan (FRNK).
“Interupsi ketua, untuk pimpinan fraksi waktu terakhir kami paripurna, saya sudah membacakan urutan-urutan partai politik dalam hal ini PKPI. Kemudian dari pimpinan menyampaikan bahwa urusan fraksi dikembalikan lagi kepada fraksi. Tapi keesokan hari di media lain jadinya, seakan-akan dari surat yang masuk masih juga dipertanyakan mekanismenya. SOP penerimaan surat dari DPRD Provinsi belum jelas dan sudah disampaikan,” tutur politisi dari Partai NasDem ini kepada keempat pimpinan dewan.
Kedua, lanjut Felly, “Ada empat pimpinan dewan di sini, masing-masing saya minta pendapat terkait pimpinan fraksi karena ini adalah dapur dari partai politik,” tutur Felly sembari menambahkan bila dirinya tidak mendapatkan informasi terkait pembuatan pendapat fraksi yang akan dibacakan di rapat paripurna hari ini (kemarin,red).
Menariknya, interupasi Felly Runtuwene langsung disambut Noldy Lamalo yang notabene adalah Sekretaris Fraksi RNK. Menurutnya pertanyaan tersebut tidak sesuai dengan substansi rapat paripurna kali ini yaitu penyampaian pemandangan umum fraksi.
“Poin rapat paripurna kali ini bukan klarifikasi tentang fraksi. Rapat paripurna waktu itu telah menetapkan bahwa Bart Senduk sudah menjadi ketua fraksi. Jadi pada pendapat pemandangan umum fraksi kali ini adalah pak Bart Senduk. Sebenarnya pimpinan tidak perlu lagi interupsi dari ibu Felly. Substansinya sudah jelas pada rapat paripurna lalu bahwa pak Bart Senduk adalah ketua fraksi. Kalau ibu Felly atas nama fraksi, bukan di sini tempatnya,” lantang Lamalo di paripurna seraya menambahkan bahwa waktu lalu sesuai rapat fraksi Felly Runtuwene hanya menjabat sebagai ketua fraksi selama 2,5 tahun.
Interupsi juga datang dari Ketua Fraksi RNK yang baru, Bart Senduk. Sependapat dengan Lamalo bahwa interupsi Felly Runtuwene saat itu tidak tepat.
“Ini urusan fraksi, bukan urusan di paripurna ini. Mau tanya pada semua pimpinan-pimpinan DPR,” kata Bart.
Bart juga menambahkan, bila pemilihan ketua fraksi waktu lalu yang akhirnya ditetapkan dalam rapat paripurna adalah sah.
“Ada lima orang yang menandatangani absen. Dan memang waktu mau pemilihan Ibu Felly dan Ibu Nori keluar, apa itu tidak sah?,” yang dipotong langsung oleh Felly bahwa dirinya berada di lokasi hingga sore namun dibantah Bart bahwa yang dia katakan sesuai dengan notulen rapat.
Sementara Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw pun memberikan penegasan bahwa rapat fraksi waktu lalu adalah sah. Dan disampaikan pada rapat paripurna belum lama ini untuk mempersilahkan fraksi untuk rapat kembali.
“Kalau ada hasil rapat ya saya baca lagi, yang penting sesuai dengan ketentuan, itu yang saya sampaikan. Tetapi untuk saat ini, pimpinan (Fraksi) Restorasi Nurani untuk Keadilan seperti yang saya bacakan pada rapat paripurna waktu lalu yaitu ketuanya pak Bart Senduk,” jelas Angouw seraya mengatakan bahwa SOP sudah jelas dan sesuai mekanisme.
Interupsi pun datang dari anggota DPRD lainnya, yang menghimbau agar rapat dilanjutkan sesuai substansi awal yang diiyakan Ketua Dewan.
Diketahui, Fraksi RNK terdiri dari tiga partai gabungan yaitu Partai NasDem, PKPI dan Hanura.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY