Legoh Prihatin Bahasa Daerah Di Sulut Hampir Punah

0
11
Fanny Legoh, Anggota DPRD Sulut.
Fanny Legoh, Anggota DPRD Sulut.

CINTASULUT.COM,- Bahasa daerah merupakan kunci rahasia dari suatu peradaban. Hal ini ditegaskan Fanny Legoh, salah satu Legislator di DPRD Sulut. Menurutnya, ada tiga etnik besar di Sulut yaitu Bolaang Mongondow, Minahasa, dan Sangihe, namun hampir 80 persen masyarakatnya sudah tidak menggunakan bahasa daerah masing-masing.
“Iya to…?,” tutur Legoh saat diwawancarai sejumlah awak media, Rabu (15/8/2018) siang di gedung DPRD Sulut.
Lanjut dikatakan Politisi dari PDIP ini, dikuatirkan akibat dari rendahnya kebudayaan di suatu daerah.
“Kalau budayanya rendah, maka peradabannya juga rendah. Contohnya Bahasa Minang, karena peradapannya tinggi, bahasanya dipakai di seluruh dunia,” terang Legoh.
Ditambahkan pula oleh Legoh, harus dilakukan tindakan penyelamatan bahasa daerah.
“Ya, dari stakeholder. Baik dari pemerintah maupun masyarakat,” ucap Legoh.
Solusi agar bahasa daerah jangan sampai punah, dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya.
“Jadi, tidak bisa lagi masyarakat memandang mudah itu kebudayaan. Sekali lagi, kebudayaan itu pencipta peradaban,” tandas Legoh yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) di DPRD Sulut.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY