Luar Biasa… Saksi Diberikan Surat Tugas Sebagai Verifikator Tapi Tidak Mengerti Arti Surveyor?

0
87
saksi Eli Suyono (kiri)
saksi Eli Suyono (kiri)

CINTASULUT.COM,- Menggelitik, apa yang disampaikan saksi Eli Suyono dari BNPB, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang kasus dugaan korupsi pemecah ombak di Likupang Minahasa Utara (Minut). Mengapa tidak? Saat Penasehat Umum (PU) mengajukan pertanyaan apakah saksi sebagai Tim Verifikasi mengerti yang dimaksud dengan kata surveyor, saksi tidak segera menjawab. Terdiam sejenak dan mengatakan tidak tahu.
“Saksi jadi verifikator tapi tidak mengerti apa itu surveyor?,” ujar salah satu PH di sidang, Selasa (13/2/2018), disertai riuh tawa pengunjung sidang.
Bukan hanya itu, bahkan para hakim yakni Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar, SH. MH, didampingi Hakim Arkanu, SH MHum, dan Hakim Adhoc Wenny Nanda, SH, sempat dibuat bingung oleh keterangan saksi yang terkesan berbelit-belit.
Di sidang, saksi mengatakan bahwa dirinya datang ke Manado dari Jakarta berdasarkan surat tugas dari Deputi Tri Budiarto, yang notabene adalah atasannya.
“Ditugaskan secara langsung oleh KBNPB melihat lokasi sebelum proyek berjalan tahun 2016,” kata saksi di sidang.
Masih oleh saksi, surat tugas yang diterimanya, menuliskan juga sebagai tindak lanjut dari surat Bupati Minut berkaitan dengan proposal yang diajukan.
Saksi juga mengaku tidak memiliki kewenangan menentukan lokasi berpotensi bencana atau tidak, hanya memberikan masukan.
Dan ditambahkan saksi Eli, dalam surat tugas dicantumkan empat hari kerja, namun hanya beberapa jam melakukan tinjau lokasi.
Turut dimintai keterangan secara bersamaan, saksi David G W Paulus, juga dari BNPB.
Sidang itu pula menghadirkan empat saksi yaitu, Eli Suyono, David GW Paulus, Solagratia Polii, dan Frans Paat. Sedangkan saksi Frans Paat ditunda memberikan keterangan di sidang selanjutnya.
Patut diketahui, dalam perkara yang merugikan keuangan negara Rp8,8 miliar lebih ini, pihak JPU telah menghantar tiga terdakwa ke meja hijau. Selain terdakwa Rosa dan Stevenson, turut terjerat pula terdakwa RM alias Robby selaku kontraktor.
Dalam dakwaan JPU, ketiga terdakwa ini telah dijerat pidana JPU menggunakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto (jo) Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY