Lumentut Pukau Pendemo Aksi Damai Tuntut NKRI Ditegakkan

0
65
Suasana aksi demo NKRI Harga Mati di Deprov Sulut.
Suasana aksi demo NKRI Harga Mati di Deprov Sulut.

CINTASULUT.COM,- Kumpulan pendemo yang terhimpun di Koalisi Rakyat Sulut dan terdiri dari beberapa organisasi masyarakat dan mahasiswa, Senin (28/11/2016) kemarin gelar demo aksi damai di halaman gedung DPRD Sulut. Aksi ini dilakukan untuk meminta pemerintah menegakkan kembali Pancasila dan mengambil tindakan agar NKRI tidak diporak-porandakan oleh oknum yang mengatasnamakan organisasi.
Rasa prihatin atas kesatuan dan persatuan akan terpecah, jadi semangat para pendemo mem-push pemerintah daerah untuk melanjutkan aspirasi tersebut hingga ke pusat.
Menakjubkan lagi, Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut dengan lantang menyambut aspirasi itu dan menyuarakan bahwa aspirasi tersebut akan ditindak lanjuti.

Tari Kabasaran mewarnai aksi demo.
Tari Kabasaran mewarnai aksi demo.

Bahkan lanjut dikatakan Legislator dari Partai Gerindra ini, bersama Komisi I bidang Pemerintahan dan HAM akan terus mengawal apa yang jadi harapan masyarakat. “Komisi I dan Pimpinan dewan juga Anggota Dewan lain mewakili unsur-unsur keamanan, ketertiban dan hak asasi manusia akan berpihak dan memonitor keamanan yang ada. Contohnya peningkatan Polda dari tipe B ke A demi keutuhan Republik Indonesia khususnya Sulut. Banyaknya penduduk dan pemekaran adalah penting menjamin keamanan masyarakat,” lantang Lumentut.
Dirinya pun mengatakan tahu persis kinerja pihak kepolisian yang proaktif dengan keadaan saat ini.
“Mereka (Polda) akan bertindak tegas,” seru Legislator dapil Tomohon Minahasa ini seraya menambahkan Anggota Dewan pun akan bekerja sama dengan pihak terkait.
Lumentut juga menyerukan bahwa NKRI itu Harga Mati, dan siapapun yang berniat menghancurkannya akan dilawan.
Adapun yang jadi tuntutan para pendemo kemarin adalah, tetap berkomitmen untuk menegakkan dan menjaga empat pilar kebangsaan yakni, Pancasila sebagai ideologi dasar negara, Undang-undang dasar 1945 sebagai hukum dasar tertulis dan konstitusi negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta, NKRI sebagai bentuk negara Indonesia. Mengecam dan menolak dengan tegas segala bentuk Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bertindak secara radikalisme, rasisme dan terorisme yang telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat maupun moral bangsa.
Mendukung sikap pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK untuk segera membubarkan setiap organisasi masyarakat radikal demi menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa.
Mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak secara profesional dan tegas tanpa intervensi pihak manapun dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum khususnya berkaitan dengan tindakan radikalisme, rasisme, dan terorisme yang dilakukan oleh organisasi masyarakat tertentu.
Mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat di Sulut untuk secara bersama-sama menghadirkan suasana aman, kondusif, hidup rukun dan damai serta tidak mudah terpengaruh apalagi terpancing dengan tindakan yang dapat merusak keutuhan, toleransi, persatuan, dan kesatuan bangsa.* (jane)

LEAVE A REPLY