Mayjen Ganip Warsito Sambangi Deprov, Angouw: Kami Tidak Bicara Soal Teknis

0
120
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito sambangi Deprov Sulut., Selasa (22/11/2016.
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito sambangi Deprov Sulut., Selasa (22/11/2016.

CINTASULUT.COM,- Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka (Sulut, Gorontalo dan Sulteng) Mayor Jenderal Ganip Warsito, SE.MM. Selasa (22/11/2016) kemarin sambangi gedung DPRD Sulut, disambut langsung Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw. Kunjungan itu turut disambut pula oleh Anggota DPRD Sulut lain yaitu, Rocky Wowor, Adriana Dondokambey, Ivon Bentelu, Amir Liputo, Billy Lombok, dan Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen.
Andrei Angouw saat jumpa pers di ruang kerjanya kemarin mengatakan,  kunjungan Pangdam tersebut dalam rangka silaturahmi. “Ya, silaturahmi aja, kalau ada apa-apa diberi tahu. Tidak ada bahas masalah teknis. Cuma kan sama-sama Forkompinda, jadi minta masukan dari dewan,” terang Angouw.
Sebelumnya, saat yang sama di jumpa pers dengan wartawan Warsito memaparkan, maksud kedatangan dirinya di Manado adalah ingin mengecek langsung pembangunan gedung Kodam XIII/Merdeka. “Kan rencananya peresmian tanggal 30 November 2016 nanti,” jelas jenderal bintang dua tersebut.
Ditambahkan Warsito, pembinaan anggota dan fokus pertahanan kedaulatan wilayah kepulauan adalah tugas utamanya. “Mulai dari Gorontalo, Sulteng, dan Sulut akan jadi prioritas. Sedangkan wilayah Kepulauan dan Perbatasan fokus utamanya adalah memperkuat kedaulatan NKRI,” tandas mantan Pa Sahli Tk. III Bid Polkamnas Panglima TNI.
Pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 23 November 1963 itu mengemban amanat sebagai Pangdam XIII/Merdeka berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/830/X/2016, tanggal 10 Oktober 2016.  Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1986 dan pernah menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad.
Sementara Kodam XIII/Merdeka sendiri sebelumnya pernah ada dan bermarkas juga di Manado, dengan wilayah komando se-Sulawesi Utara dan Tengah.  Komando militer ini dibentuk tahun 1957, namun kemudian dibekukan tahun 1985 di era Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Rudini dengan alasan perampingan organisasi TNI pada waktu itu.  Akhirnya Kodam XIII/Merdeka dan Kodam XIV/Hasanuddin yang menguasai wilayah militer Sulawesi Selatan dan Tenggara pun melebur menjadi satu di bawah Kodam VII/Wirabuana yang bermarkas di Makasar.* (jane)

LEAVE A REPLY