Menarik KOPDAR ala Melky Pangemanan, Pendidikan di Sulut Jadi Perhatian

0
19
Melky Panggemanan lakukan KOPDAR membahas tentang pendidikan Sulawesi Utara.
Melky Panggemanan lakukan KOPDAR membahas tentang pendidikan Sulawesi Utara.

CINTASULUT.COM,- Terobosan baru dilakukan salah satu Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Melky Pangemanan. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini melaporkan kinerja selama menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut usai dilantik pada bulan September 2019 lalu.
Menariknya, laporan kinerja tersebut dalam bentuk Kopi Darat (KOPDAR) yang dilaksanakan di ruangan Komisi I gedung DPRD Sulut.
Adapun kegiatan itu dihadiri beberapa narasumber, di antaranya DR.Ronny Gosal, Msc wakil Rektor Unsrat, Ketua Dewan Pendidikan Kota Manado, Drs David Legi dan pengamat politik Taufik Tumbelaka.
“Ini merupakan bagian pertanggung jawaban saya pribadi sebagai anggota legislatif. Semenjak dilantik tanggal 9 September, saya berkomitmen untuk masuk kantor tiap hari kerja walaupun itu bukan keharusan dari kami anggota dewan. Saya berkantor dan menerima aspirasi mulai jam 9 sampai jam 11 di ruangan kantor saya, itu dinampakkan antusias publik yang datang”, ujar Melky saat kegiatan berlangsung.
Hal seperti ini dilakukan Pangemanan karena menurutnya ada dua indikator, salah satunya adalah metode ilmiah yang merujuk kepada hasil survey beberapa lembaga.
“Karena dari hasil survey tersebut, lembaga legislatif itu merupakan lembaga yang paling tidak dipercayai oleh publik. Saya tidak mau dibandingkan dengan yang lain. Tugas dan fungsi DPRD ada tiga yaitu legislasi, budgeting dan controling, didalam itu kita punya komitmen masing-masing sebagai DPRD. Karena itu, saya setiap hari datang. Dan sudah lima kali paripurna, empat kali saya orang pertama yang hadir, hanya sekali paripurna saya orang yang kedua hadir”, ungkap MJP sapaan akrabnya.
Sementara itu Wakil Rektor Unsrat DR. Ronny Gosal, MSc dalam penyampaiannya memuji langkah yang dilakukan oleh Melky Pangemanan,
“Saya katakan kalau ada 20 saja anggota dewan di Provinsi Sulawesi Utara seperti Melky Pangemanan saya yakin akan sangat berdampak luar biasa bagi daerah kita”, ucap Gosal dengan tegas.
Selanjutnya Tokoh Pendidikan Sulut ini mengungkapkan, “Saya harus berani mengatakan Dinas Pendidikan Sulut sama sekali tidak transparan, selama setahun saya sebagai Wakil Rektor III Unsrat yang menangani bantuan pendidikan dan beasiswa, sampai detik ini Dinas Pendidikan memberi bantuan penyelesaian studi saya tidak tahu. Saya tidak tau ada berapa, tidak jelas karena tidak ada laporan yang jelas”, ungkap Gosal.
Senada dikatakan Drs. David Legi bahwa, saat ini yang menjadi problem inti adalah rendahnya standar pendidik dan tenaga kependidikan.
“Juga masuk rendahnya standar pengelolaan pendidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan serta standar pembiayaan yang sangat berpengaruh pada hasil baik siswa dan kompetensi siswa di tingkatan nasional,” jelas David Legi.
Adapun solusi yang diberikan, lanjut Kepala SMK Yadika Manado ini, yakni peningkatan kompetensi guru melalui bimtek dan diklat.
“Juga peningkatan kompetensi kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi. Serta pengadaan payung hukum layanan pendidikan berkualitas dalam bentuk Perda dan Pergub,” tutupnya.
Sedangkan Pengamat Politik Taufik Tumbelaka menyarankan agar supaya jangan masalah politik masuk kedunia pendidikan.
“Jaangan sampai masalah politik merasuki dunia pendidikan, jangan korbankan pendidikan karena kepentingan politik karena otomatis pendidikan akan terganggu, kalau pendidikan di Sulut gagal yang bertanggung jawab tentunya Gubernur dan Wakil Gubernur”, tutup Tumbelaka.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY