Menteri PUPERA Buka Kegiatan AMMDM di Manado

0
55
Gubernur Olly Dondokambey Membawakan Sambutan dalam Pembukaan Pertemuan ke-4 AMMDM di Manado
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) DR Ir M Basoeki Hadimoeljono Membuka Acara. (Foto-foto: humasprovinsisulut.blogspot.co.id)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) DR Ir M Basoeki Hadimoeljono MSc secara resmi membuka penyelenggaraan Event Regional 4th ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management, 5th of the Meeting of the Converence of the Partner to AADER,  ASEAN Day for Disaster Management 2016, serta Indonesian Disaster Risk Reduction Month di Manado.  Acara yang dihadiri seluruh delegasi tingkat Menteri Negara-negara ASEAN yang membidangi penanggulangan bencana itu dilaksanakan di Grand Kawanua Internasional Convention (GKIC) Manado, Kamis (13/10) pagi kemarin.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE saat menyampaikan sambutan pengantarnya memberikan apresiasi yang tinggi sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh delegasi yang telah mempercayakan Sulut menjadi  tuan rumah penyelenggaraan event tersebut.

olly-di-pembukaan-pertemuan-bencana-2
Gubernur Olly Dondokambey Membawakan Sambutan dalam Pembukaan Pertemuan ke-4 AMMDM di Manado.

Menurut Gubernur, dengan adanya even regional ini di harapkan bisa memberi manfaat yang besar bagi masyarakat di daerah Sulut untuk mengantisipasi terjadinya bencana ke depan.
“Kami daerah paling utara di negara Indonesia dan juga Provinsi kami kalau dilihat dalam kondisi rawan bencana karena berada di tengah lima gunung berapi. Namun, di sisi lain itu menjadi suatu keindahan bagi daerah kami dengan pemandangan yang indah untuk di kunjungi,” terang Dondokambey.

Gubernur  mengungkapkan, pada tahun 2014 yang lalu Manado, Minahasa, Bolmong dan Sangihe pernah dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor, serta hampir 70 persen merusak infrastruktur serta menelan korban jiwa. Jadi dengan adanya kegiatan ini kiranya akan bermanfaat bagi masyarakat Sulut.

Selain kepada delegasi dari ASEAN,.Olly juga menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Pupera, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Willem Rampangiley, serta seluruh Kepala BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia dimana kehadiran mereka membuat Sulut semakin ramai di kunjungi masyarakat.

Sebelumnya Kepala BNPB Willem Rampangilei berpesan bahwa kompleksitas dari strategi penanggulangan bencana membutuhkan kerjasama, kolaborasi, dan komitmen semua pihak sebagai upaya mengembangkan budaya pengurangan risiko bencana. “Konsekuensi dari kemitraan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu,”  kata Willem yang juga selaku Chair pada Pertemuan ke-4 ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM).

Sementara pada acara Pembukaan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2016 yang berlaangsung Kamis (13/10/2016) di Novotel, Manado, Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB mengungkapkan, Peringatan Bulan PRB 2016 bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pihak dalam konteks pengurangan risiko.

 “Peringatan ini merupakan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB di seluruh Indonesia,” tambah Wisnu.

Turut hadir dalam acara tersebut Wagub Drs Steven Kandouw, Unsur Forkopimda, para Bupati/Walikota se-Sulut, Sekprov Edwin Silangen SE MS dan pejabat teras Pemprov Sulut. (rendly)

LEAVE A REPLY