Merasa Didiskriminasi, Jaksa Suprabolo Mengadu ke KPN Simarmata

0
72
Penyerahan kunci akses area tahanan oleh Kisby Kapile (kiri) kepada Jaksa Arge Arif Suprabolo (kanan).
Penyerahan kunci akses area tahanan oleh Kisby Kapile (kiri) kepada Jaksa Arge Arif Suprabolo (kanan).

CINTASULUT.COM,- Pengadilan Negeri (PN) Manado selalu melayani apapun yang jadi keluhan pengunjung, termasuk pelayanan publik. Menarik, kali ini keluhan terlontar dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Minut, Arge Arif Suprabolo.
Terpantau, wajah KPN Manado, Edward Simarmata, SH. LLM. MTL tampak kaget saat membaca secarik kertas berisikan keluhan dari jaksa tersebut, yang diserahkan salah satu staf.
Dan tak selang berapa waktu, Kasubbag Teknologi Informasi / anggota tim Survey Pelayanan
Eva Fridona dan Krisby Kapile, Komandan Satuan Pengamanan menuju ruangan KPN Simarmata.
Beberapa saat kemudian keduanya keluar dari ruangan KPN Manado sambil tertawa. Ada apa?
Dikonfirmasi, Juru Bicara PN Manado Hakim Vincentius Banar, SH. MH pun menjelaskan apa yang dibicarakan kedua staf tersebut dengan KPN Manado. Ternyata,
JPU Suprabolo, mengajukan keberatan tertulis kepada Ketua PN Simarmata. Jaksa tersebut merasa didiskriminasi untuk dua hal.
“Pertama, kenapa mobil tahanan kejari minahasa utara tidak boleh parkir di halaman belakang kantor PN, sementara yang disiapkan slot parkir hanya untuk kendaraan Kejari Manado. Kedua, kenapa mereka tidak diberikan kunci akses pintu samping langsung ke ruang tahanan, seperti yang dipunyai rekan mereka dari Kejari Manado.
Penasaran apa jawaban KPN Simarmata, wartawan pun terus menyuguhkan pertanyaan. Lalu apa jawaban Ketua PN?
Dijawab Hakim Banar sambil tersenyum, “Tidak pakai lama, langsung Simarmata perintahkan agar dibuatkan kunci akses ekstra untuk Kejari Minahasa Utara. Kapan saja, mereka bisa keluar masuk ke area tahanan,” terang Banar.
Lanjut, “Apa yang membuat kedua staf itu tertawa?” tanya awak media. Rupanya, Jaksa yang komplain tadi justru diundang ke ruang kerja KPN, dan dijelaskan parkir halaman belakang pengadilan hanya untuk pengemudi wanita dan kendaraan tahanan saja.
Namun, jika kendaraan mereka membawa tahanan, silahkan parkir di lokasi tersebut, dan agar buat tulisan di kertas, bahwa kendaraan itu untuk tujuan tersebut.
Di akhir wawancara Hakim Banar berucap, “Kalau bukan karena Simarmata tipe Ketua PN Jaman Now, manalah mungkin urusan diskriminasi parkir saja sampai diladeni,” tandasnya.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY