Miris, Diduga Petugas Ambulans RSUP Prof.Kandou Manado Terabaikan Soal Insentif dari Kementerian Kesehatan

0
15
Petugas ambulans tidak menerima insentif terkait Covid-19
Petugas ambulans tidak menerima insentif terkait penanganan Covid-19.

CINTASULUT.COM,- Petugas Ambulans Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof.Kandou Malalayang Manado sepertinya harus menelan ‘pil pahit’ terkait insentif dari Kementerian Kesehatan. Mengapa tidak, di saat tenaga medis lainnya menerima insentif tersebut, justru para petugas ini tidak masuk dalam daftar penerima. Padahal, tugas mereka (petugas ambulans, red) juga harus bertarung nyawa mengantarkan pasien ataupun jenasah akibat Covid-19.
Diwawancarai salah satu wartawan yang kesehariannya melakukan pos liputan di kantor DPRD Sulut, Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debbie Kalalo mengatakan, semua tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 dapat menerima insentif tersebut, sesuai SK dari pimpinan rumah sakit maupun puskesmas.
“Pemberian dana ini berasal dari Kementerian Kesehatan, dan setiap tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 akan menerimanya,” ungkapnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Sulut, Rabu (20/5/2020).
Ditanyakan kepada Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel apakah petugas ambulans rumah sakit termasuk dalam penerima insentif tersebut?
Steaven pun mengatakan, petugas ambulans dapat menerima insentif tersebut, namun harus memiliki SK dari rumah sakit bersangkutan sebagai petugas penunjang tenaga medis.
Sementara itu, informasi yang diterima dari Rumah Sakit Prof Kandouw bahwa petugas ambulans tidak akan menerima insentif tersebut.
“Petugas ambulans tidak akan menerima insentif,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Direktur Utama RS Prof Kandouw dr Jimmy Panelewen dikonfirmasikan mengenai hal ini angkat bicara.
Menurutnya, penerima insentif adalah petugas kesehatan yang langsung melakukan pelayanan terhadap pasien.
Mereka terdiri dari dokter, perawat/bidan, dan petugas kesehatan lainnya seperti petugas laboratorium yang terlibat langsung dalam proses pemeriksaan spesimen pasien Covid-19.
Selain itu, petugas kesehatan lainnya adalah petugas farmasi yang bertugas di ruang isolasi dan petugas radiologi.
“Sesuai dengan aturan petugas ambulans tidak termasuk,” ujarnya.
Pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani penyebaran Covid-19 akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY