Miris… Sulut Miliki Banyak Tempat Wisata Tapi Tak Terurus

0
101

4959b98a-b242-4029-b436-668725f8e5de

CINTASULUT.COM,- Provinsi Sulawesi Utara atau dijuliki daerah Nyiur Melambai memiliki begitu banyak tempat wisata. Sayangnya, keberadaan tempat-tempat wisata itu kurang mendapat perhatian dari pemerintah, baik kabupaten ataupun kota.
Lihat saja Danau Mooat yang terletak di antara dua kabupaten yakni Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). begitu pula Bukit Kasih yang berlokasi di Desa Kanonang Kabupaten Minahasa. Belum lagi pantai Pal di Desa Marinsow Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Bahkan, icon Sulut yakni Pulau Bunaken baru setelah kepemimpinan Olly Dondokambey-Steven Kandouw sebagai Gubernur-Wakil Gubernur mulai diperhatikan. Selama puluhan tahun keindahan Pulau Bunaken terabaikan, bahkan terkesan kotor. Hal ini wajib diperhatikan, pembenahan harus dilakukan. Tempat wisata termasuk salah satu faktor yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.
Seperti dikatakan MX Wahyu Catur Prasetyo bahwa bila ternyata pemerintah, baik kabupaten maupun kota tidak mampu mengelola tempat wisata tersebut, tidak ada salahnya melibatkan pihak ketiga.
MX.Wahyu Catur Prasetyo“Potensi alam dan wisata bagus, tapi perhatian pemerintah kurang. Jika di-takeover swasta, lebih hidup tempatnya,” tutur Prasetyo kepada cintasulut.com lewat pesan singkat WhataApp, Senin (17/4/2017).
Lanjut Manager Area Penyaluran Distribusi PLN Suluttenggo ini, bila ada keterlibatan pihak swasta nantinya, jangan lagi dipersulit oleh sistem birokrasi yang berbelit.
“Tapi, kalo di-takeover swasta, pemerintah juga harus support, terutama di birokrasinya, mempermudah. Asalkan juga swasta tetap men-share-kan profit ke pemerintah, baik dari sisi retribusi dan lain lain,” ujar dia.
Disamping itu masih oleh Prasetyo, bila tempat wisata dikembangkan maka otomatis masyarakat akan diuntungkan.
“Kan bisa juga jadi pemberdaya SDM lokal dan ekonomi berkembang di sekitar tempat wisata, jika dikelola secara baik dan benar serta profesional. Dampak dari situ, ada kerajinan, resort, rumah makan. Ada mutual benefit, Pemerintah-Swasta-Masyarakat. Kadang seperti saya yang berasal dari luar Manado bingung week end mau ke mana, mentok mentok ke mall. Padahal, pantai kita juga banyak, justru dikelilingi pantai di Bumi Nyiur ini, pemandangan luar biasa, kurang apa coba? Kurang fokus dikelola,” tutup dia.
Diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi Sulut lewat OD-SK sedang berpacu pada peningkatan ekonomi daerah, dan sektor yang dipilih adalah pariwisata. Bila usaha Gubernur dan Wakil Gubernur tidak didukung penuh oleh pemerintah kabupaten/kota maka akan sia-sia. Target mendatangkan ribuan turis mancanegara setiap bulannya tidak bisa dicapai lagi.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY