Miris, Waruga Aset Wisata dan Budaya Serta Sejarah Sulut ‘Tabiar’

HJP: Pemerintah daerah harus berani dan fokus mengalokasikan anggaran untuk mengembangkan potensi wisata dan menjaga warisan budaya.

0
72
Hanny Joost Pajouw
Hanny Joost Pajouw dan waruga yang tak terurus.

CINTASULUT.COM,- Waruga atau kuburan kuno memang menjadi trending topic saat ini di Sulut. Pasalnya, kritikan dan saran mengalir dari berbagai kalangan. Baik dari para pengamat budaya, politikus, bahkan hingga pengusaha.
Seperti dikatakan Hanny Joost Pajouw atau kerap disapa HJP bahwa Taman Purbakala Waruga Sawangan yang merupakan cultural heritage atau warisan budaya nenek moyang,  adalah asset wisata, budaya, dan sejarah di Sulawesi Utara.
Waruga yang merupakan kubur orang Minahasa Kuno ini sangat unik karena berupa batu berongga bersegi empat setinggi sekitar 1 meter tempat meletakkan jasad dalam posisi duduk, dan cungkup batu yang menutupinya. Satu Waruga biasanya digunakan sebagai batu kubur untuk satu keluarga, sehingga berisi sampai 12 jasad, yang bisa dilihat dari jumlah garis yang ditorehkan pada cungkup Waruga. Namun sayang, pengelolaannya masih belum maksimal dan profesional.
“Ini seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder pariwisata yakni Pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat setempat,” ujar Pajouw yang dihubungi cintasulut.com lewat pesan singkat whatsapp beberapa hari yang lalu.
Lanjut dikatakan mantan Legislator di DPRD Sulut ini, Pemerintah daerah harus berani dan fokus terutama dalam hal mengalokasikan anggaran untuk mengembangkan potensi wisata dan menjaga cultural heritage atau warisan budaya ini. “Karena, sia sia pemerintah mempromosikan dan berulang kali menyampaikan untuk meningkatkan pengelolaan Waruga kalau tanpa dibarengi dengan keterersediaan anggaran,” terang dia.
Ditambahkannya pula, selain sisi budaya maupun sejarah, Waruga ini juga akan menyentuh sektor perekonomian yang akan mendatangkan devisa bagi Kabupaten Minahasa Utara maupun Provinsi Sulut. “Apalagi, dengan banyaknya wisatawan asing yang datang ke Sulut di era Pemerintahan OD-SK saat ini,” pungkas mantan Nyong Sulut tahun 2000 ini.* (jane)

LEAVE A REPLY