MJP Kritisi Pembangunan Jalan Kompleks Gedung Kitawaya

0
32
Melky.J Pangemanan (MJP) (tengah) saat melaksanakan kunjungan kerja Komisi IV.
Melky.J Pangemanan (MJP) (tengah) saat melaksanakan kunjungan kerja Komisi IV.

CINTASULUT,- Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di beberapa tempat yang akan dijadikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19, di antaranya Gedung Kitawaya Kairagi Manado dan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Malalayang Manado, serta mendatangi Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Utara Melky Jakhin Pangemanan (MJP) mengatakan bahwa kunjungan kerja hari ini untuk meninjau kesiapan gedung-gedung yang akan dijadikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19.
“Kunker hari ini untuk melihat kesiapan fisik bangunan yang akan digunakan menjadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dan kami menyambangi Dinkes Sulut untuk mengecek ketersediaan APD dan obat-obatan disana”, jelas MJP.
MJP mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah mengusulkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI agar Gedung Kitawaya dan Bapelkes menjadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Namun ia menyesalkan pengerjaan pembangunan tersebut yang tidak mempertimbangkan skala prioritas.
“Saya dan Komisi IV mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang mengusulkan ke Kemenkes untuk RS Rujukan Covid-19 di Sulut. Upaya Pemprov ini agar bisa mengurangi beban Rumah Sakit Umum dan untuk menekan resiko penularan Covid di fasilitas kesehatan yang ada di Sulawesi Utara. Pak Gubernur Olly sangat memberi perhatian serius terhadap penanganan Covid di Sulawesi Utara,” tutur Politisi dari PSI ini.
Hanya saja, lanjut MJP, ada catatan kritis pada pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas Gedung Kitawaya Kairagi yang dianggarkan Rp4,3 miliar dari APBD Provinsi Sulawesi Utara.
“Seharusnya diprioritaskan renovasi dalam gedung dan kesiapan sarana penunjang lainnya yang lebih dibutuhkan bukan pengaspalan jalan di dalam kompleks Gedung Kitawaya.
Menurutnya, pengaspalan jalan tidak terlalu urgent. Kualitas aspal jalan juga sangat memprihatinkan.
“Terkesan dibuat asal-asalan. Pelaksanaan di lapangan lebih mengutamakan percepatan tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan,” tegas Legislator yang dikenal kritis ini.
Masih oleh MJP, Komisi IV juga menyoroti ketersediaan tempat atau fasilitas tempat tidur bagi tenaga/petugas kesehatan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Malalayang. Ruang istirahat para tenaga kesehatan tidak dilengkapi Air Conditioner (AC).
“Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara agar memperhatikan kondisi para tenaga kesehatan di Bapelkes Malalayang. Keselamatan dan kenyamanan para tenaga kesehatan yang berjuang dan berada digarda terdepan penanganan covid harus mendapatkan perhatian serius,” himbau dia.
Komisi IV akan segera memanggil pihak perusahaan pelaksana yang mengerjakan pembangunan fasilitas kesehatan di Gedung Kitawaya dan beberapa pembangunan faskes lainnya bersama dengan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY