Narkoba Mengancam, Ketua DPRD Sulut Setuju Berlakukan Hukuman Mati

0
14
Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw,SE saat diskusi bersama OPK, BEM dan Menwa se Sulut, Rabu (13/6/2018) di gedung DEPROV.
Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw,SE saat diskusi bersama OPK, BEM dan Menwa se Sulut, Rabu (13/6/2018) di gedung DEPROV.

CINTASULUT.COM,- Obat terlarang jenis narkotika terus mengincar, tanpa pandang bulu, status sosial, jenis kelamin, dan usia. Keresahan terus menerus merongrong rakyat Indonesia. Sulut pun tak luput dari ancaman obat terlarang tersebut.
Himbauan dan kecaman keras terlontar, termasuk lewat Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, SE.
Menurutnya tidak ada alasan untuk memberikan toleransi bagi tumbuh dan berkembangnya obat jenis narkotika itu.
Saat diskusi antara para mahasiswa sekaligus acara buka puasa bersama OPK, BEM dan Menwa se-Sulut berlangsung, Rabu (13/6/2018) kemarin sore, salah satu mahasiswa Alexander Palit menanyakan terkait bagaimana mengatasi generasi muda yang saat ini mulai tidak seimbang.
“Bagaimana mencegah agar pemuda lebih mengarah ke jalan yang benar?” tanya Alexander kepada Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw.
Menjawab itu, dengan tegas Angouw mengatakan, “Ciptakan lapangan pekerjaan.”
Dikatakan Angouw, yang rentan saat ini adalah narkoba.
“Jadi, setuju hukum mati untuk narkoba,” lanjut Angouw.
Sekali lagi, Legislator dua periode di DPRD Sulut dan dari PDIP ini menghimbau agar hindari penggunaan obat terlarang narkotika. “Jangan narkoba,” imbau Angouw.
Angouw juga menilai, aparat keamanan saat ini cukup tegas, apalagi terkait narkoba.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY