Pasca Divonis 1 Tahun Penjara, JPU Nyatakan Banding

Kasus penelantaran anak/istri oleh oknum ASN KEMENKUMHAM terdakwa RSEP alias Ryan

0
50
Sterry F Andih, SH, Kepala Seksi Pidana Umum (KASIPIDUM) Kejaksaan Negeri Manado.
Sterry F Andih, SH, Kepala Seksi Pidana Umum (KASIPIDUM) Kejaksaan Negeri Manado.

CINTASULUT.COM,- Kasus penelantaran anak/istri oleh oknum ASN KEMENKUMHAM disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (11/4/2018) lalu. Dalam siding tersebut terdakwa RSEP alias Ryan divonis 1 tahun penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Hakim Donald Malubaya.
Menanggapi hasil vonis tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Remblis Lawendatu, menyatakan sikap banding. Ini juga dipertegas oleh Kepala Seksi Pidana Umum (KASIPIDUM) Kejaksaan Negeri Manado, Sterry F Andih, SH, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Jumat (20/4/2018) siang. “Ada banding” singkat KASIPIDUM Andih.
Patut diketahui, terdakwa Ryan terbukti bersalah telah melakukan perbuatan melanggar hokum, yakni pasal 49 huruf a UU 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dimana, sejak tahun 2012, terdakwa menelantarkan korban Mariani Pontoh, yang tak lain adalah istri terdakwa, dan kedua anak hasil perkawinan keduanya.
Tertuang dalam dakwaan, perbuatan tidak terpuji terdakwa terjadi sejak Bulan September 2016 di Perumahan Star Of Singkil, di Kelurahan Singkil Dua, Lingkungan 3, Kecamatan Singkil, Kota Manado. Terdakwa, sudah tidak lagi memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istrinya dan dua anak mereka.
Parahnya lagi, aksi terdakwa bukan hanya dimulai September 2016 saja. Terkuak dalam fakta persidangan, bahwa perbuatan terdakwa sebenarnya dimulai sejak Juni 2012. Berawal, saat terdakwa bertugas di Tagulandang, Sitaro. Saat masih bersama korban, terdakwa kemudian menyuruh istrinya menetap di Manado untuk mengurus kedua anak mereka yang tengah bersekolah. Namun, sejak istri bersama anak di Manado, terdakwa telah melupakan kewajibannya. Bukan hanya tidak mengunjungi istri dan anak-anaknya, terdakwa tidak lagi memberikan nafkah baik istri dan anak-anak selama berada di Manado.
Terdakwa pernah memberikan Rp1 juta kepada Mariani tahun 2016, tapi setelah ditelusuri uang itu adalah pinjaman dari Bank.
Mirisnya, korban akhirnya harus kerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Tak tahan dengan kelakuan terdakwa, korban akhirnya melaporkan ke pihak berwajib agar terdakwa mempertanggungjawabkan perbuatannya.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY