Perekonomian Dunia Merosot, Kadin Sulut Perkuat UMKM

0
6
Jemmy Tumimomor Ketua Umun KADIN Sulut (kanan) dan Servis Killis Wakil Ketum (kiri).
Jemmy Tumimomor Ketua Umun KADIN Sulut (kanan) dan Servis Killis Wakil Ketum (kiri).

CINTASULUT.COM,- Perekonomian dunia merosot tajam akibat merebaknya Virus Corona tak bisa dipungkiri. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk bisa mengangkat kembali perekonomian demi kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Hal ini juga yang dilakukan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Utara, Jemmy Tumimomor.
Kepada media Tumimomor mengatakan memperkuat UMKM adalah salah satu cara meningkatkan perekonomian Indonesia, khususnya di Sulut.
“”Kondisi ekonomi global Indonesia saat ini terpuruk, hal ini dikarenakan akibat Virus Corona. Nilai tukar rupiah saat ini jeblok dan yang terburuk kedua di Asia, dan salah satu yang bisa mengangkat perekonomian Indonesia itu dengan memperkuat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)”, ujar Jemmy Tumimomor selaku Ketua Umum Kadin Sulut.
Salah satu program kerja nyata yang akan dilaksanakan oleh Kadin Sulut di antaranya adalah meningkatkan kualitas dan produksi dari gula aren (gula merah).
“Kita akan ekspor gula merah, kerjasama dengan UMKM-UMKM di daerah, yang punya outlet-outlet di daerah, dan kami sudah bertemu dengan beberapa pihak Bank, dan ada perwakilan kita yang akan arahkan menghidupkan program UMKM ini karena pengalaman di beberapa negara yang ekonomi makronya jeblok, mikronya hidup karena pemberdayaan UMKM”, tambah Tumimomor ketika di temui oleh awak media di salah satu Rumah Kopi di Manado pada Rabu (11/03/2020) malam.
Masih menurut Ketua Kadin Sulut ini bahwa ketika para pengusaha besar tidak bisa ekspor, maka para pengusaha-pengusaha UMKM bisa menggelorakan pasar lokal untuk peningkatan ekonomi negara.
“UMKM ini bisa main di pasar lokal. Contoh, hasil pertanian kita bisa dikirim ke Papua. Gula merah juga tidak susah bilamana nanti kita akan ekspor”, ucap Magister Teknik ini.
Senada dikatakan pula oleh Wakil Ketua Umum bidang Pemberdayaan UKM, Koperasi dan Promosi, Servis Kilis.
Diungkapkan Kilis, pihaknya telah dihubungi oleh beberapa pengusaha asal Filipina untuk bisa bekerjasama.
“Kami dihubungi oleh pengusaha Filipina, dan kami akan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan mereka di sini, sambil juga mereka akan mempromosikan produk mereka disini. Dan mungkin akhir bulan ini kami akan ke Davao untuk mengecek apa yang mereka butuhkan dan apa yang mesti mereka bawa ke sini,” tutur Kilis.
Ditambahkan oleh Kilis juga bahwa pihaknya sedang mencanangkan program UMKM naik kelas.
“Kadin saat ini mengutamakan UMKM naik kelas, jadi kita berorientasi kepada para wirausaha bisa menjadi pengusaha suatu saat. Dan itu akan kami bahas itu di Jogja saat pertemuan seluruh UMKM se-Indonesia pada 20-22 Maret 2020 nanti”, ujar Wakil Ketua Kadin Sulut ini.
Kadin Sulut sedang melakukan terobosan-terobosan berupa membuka outlet-outlet untuk pembelian cengkih.
“Jadi lewat jalur Kadin, kita akan membeli cengkih di Kabupaten/Kota yang sedang terpuruk dan akan kita jual antar propinsi. Sementara untuk Kopra kita harus melihat produk turunannya, jadi kita akan fokus ke produk turunannya seperti VCO, breket, bahan komestik dan lain sebagainya. Jadi jangan hanya fokus pada Kopra saja,” tutup Jemmy Tumomor.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY