Pita Cukai Hantar Owner Kasegaran ke Meja Hijau

0
147
JPU saat menunjukkan bukti pita cukai kepada kedua saksi dihadapan Majelis Hakim
JPU saat menunjukkan bukti pita cukai kepada kedua saksi dihadapan Majelis Hakim

CINTASULUT.COM,- Akibat dengan sengaja tidak menyertakan pita cukai di 132 dos (karton) botol minuman beralkohol jenis Kasegaran pada bulan november 2017 lalu, owner (pemilik) PD. Sehat Sentosa di bilangan jalan S.Parman Kota Manado, harus berurusan dengan hukum. LT alias like atau kerap disapa ci Oka harus duduk di kursi ‘pesakitan’ Pengadilan Negeri (PN) Manado. Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, yaitu Hendrik Paringkoan dan Helmy Rakian.
Sesuai keterangan saksi dalam persidangan, keduanya mengetahui bila ada botol kasegaran yang berisikan minuman beralkohol dan tidak dilekatkan Pita Cukai. Bahkan masih oleh saksi, ada yang sempat keluar dari pabrik (diedarkan). Saksi Hendrik (pemilik toko Bintang Harapan) tahu adanya minuman kasegaran ini tanpa pita cukai sejak tahun 2013 lalu.
“Tahun 2013 sudah tahu, 2014 dan sererusnya pernah melihat botol miras kasegaran tidak ditempeli pita cukai,” tutur Hendrik menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Immanuel Barru,SH.MH cs dalam persidangan, Senin (21/5/2018) siang.
Bahkan lanjut Hendrik, dirinya pernah menanyakan hal itu kepada terdakwa.
Ditambahkan pula oleh Hendrik, minuman beralkohol kasegaran, baik yang ada cukainya dan tidak harganya sama. “265 ribu per dos,” Sedangkan saksi Helmy dalam memberikan keterangan terlihat terbata-bata. Bila sebelumnya dirinya mengaku tidak tahu menahu kalau ada botol kasegaran yang tidak ada pita cukai, merubah keterangannya dan mengaku bahwa ada botol kasegaran yang pakai pita cukai dan ada juga yang tidak. Masih oleh saksi Helmy, dirinya hanya bertugas ke bank untuk setor uang kemudian ke bea cukai.
Dari bank ambil bukti setor ke bea cukai untuk ambil pita,” aku dia. Sedangkan untuk urusan pabrik, dirinya sama sekali tidak mengetahuinya.
Adapun ringkasan kronologi dalam dakwaan Jaksa Penutut Umum (JPU) Hentje Latuperissa, SH dan Mudeng Sumaila,SH, sekira tanggal 5 Oktober 2017, tanggal 7 November 2017 sekitar pukul 13.00 Wita dan pada hari sabtu 25 November 2017 sekitar pukul 15.30 Wita, bertempat di pabrik/gudang PD.sehat Sentosa telah mengeluarkan barang kena cukai dari pabrik tanpa mengindahkan ketentuan sebagaimana di maksud dalam pasal 25 ayat (1) dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai dengan cara yakni, mengeluarkan minuman jenis kasegaran ini berjumlah 132 karton masing-masing dos isi 12 botol 620 ml, yang tidak dilekati dengan pita cukai dari dalam gudang, dan oleh supir diantar ke toko Bintang Harapan milik saksi Hendrik Paringkoan di jalan Sisingamangaraja Calaca Manado.
Bukan hanya itu, terdakwa saat mengeluarkan minuman jenis kasegaran tersebut, tanpa terlebih dahulu memberitahukan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara. Dan, hal tersebut tidak seluruhnya dilaporkan, produksinya pun melebihi dari yang dilaporkan.
Adapun alasan terdakwa tidak merekatkan pita cukai di sebagian minuman tersebut agar harga tidak mahal, laku di pasaran, tidak kalah bersaing. Selain itu, terdakwa lakukan dengan kesadaran sendiri dengan strategi mengimbangi harga pasar. Oleh sebab itu terdakwa menyiasatinya dengan menjual BKC berupa MMEA merk kasegaran produksi PD.Sehat Sentosa sebagian tidak melekatkan pita cukai. Dimana, setiap karton adalah harga yang sama dengan yang dilekati pita cukai.
Perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian negara atas pungutan cukai sebesar Rp. 32.408.640,-.
Atas tindakan tersebut, terdakwa diancam pidana dalam pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.39 Tahun 2007 tentang Cukai.* ( Jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY