PLN Maunya Apa Sih???

Moniaga Usul Rekomendasi ke Pusat, Ayub Ali Umpamakan Bagai Penyakit Kudis

0
41
Komisi III DPRD Sulut saat hearing dengan PT PLN Suluttenggo, Rabu (22/11/2017).
Komisi III DPRD Sulut saat hearing dengan PT PLN Suluttenggo, Rabu (22/11/2017).

CINTASULUT.COM,- PT. PLN Suluttenggo tak berkutik saat hearing dengan Komisi III bidang Infrastruktur di DPRD Sulut, Rabu (22/11/2017). Pasalnya, pemadaman listrik kian merajalela dan sangat meresahkan masyarakat. Parahnya lagi, tak pandang bulu, pemadaman pun terjadi saat Presiden RI datang berkunjung di Manado beberapa waktu lalu. PLN maunya apa sih???
Bahkan, masyarakat menilai jawaban atas pertanyaan terkait seringnya listrik padam terkesan klasik. Bila bukan faktor alam, penebangan pohon atau adanya pohon tumbang yang menimpah kabel listrik, bahkan sampah akibat pemangkasan ranting pohon pun dijadikan jawaban.
Alhasil, protes keras Anggota Dewan pun sasar PLN.
Seperti dikatakan Juddy Moniaga, salah satu anggota Komisi III. Menurutnya klarifikasi dan pemanggilan hearing PT. PLN sudah sering dilakukan, tapi hasilnya tetap sama.
“Ini sudah beberapa kali kita lakukan. Namun sampai sekarang ini tidak ada tindakan yang final. Tinggal tanya jawab, tanya jawab,” ujar politisi Partai Gerinda di hearing.
Untuk itu Moniaga mengusulkan, agar lembaga DPRD mengambil sikap.
“Dalam hal ini mengeluarkan rekomendasi ke pemerintah pusat, terkait kinerja dari managemen PLN,” tandas Moniaga yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut ini.
Lebih tegas lagi dikatakan Ayub Ali Albugis, juga anggota Komisi III. PLN diumpamakan bagaikan penyakit kudis.
“Jika dibandingkan dengan PLN di Pulau Jawa, pemadaman tidak sering terjadi. Padahal sama perusahaan, sama managemen. Jika hanya beralasan klasik baik itu pohon atau hal lain, sama saja di Jawa juga ada pohon. Jika hal ini terus-terusan terjadi, masyarakat bisa tidak percaya kepada PLN, sedangkan PLN perusahaan besar yang mengurus hajat hidup masyarakat banyak. Penyakit pemadaman PLN di Sulut seperti menular atau terus-terusan terjadi. Bahkan seperti penyakit kudis, sembuh di satu tempat timbul di tempat lain. Kalau alasan klasik seperti ini terus, saya rasa tidak dipercayai masyarakat,” tegas Ketua Fraksi Amanat Keadilan DPRD Sulut ini.
Lebih lanjut dikatakan Ayub Ali, kritisnya DPRD Sulut terlebih Komisi III kepada PLN merupakan sebuah keharusan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Harus ada solusi PLN ke depan, harus profesional. PLN harus seperti dokter kandungan, harus 24 jam siaga,” katanya seraya menambahkan jika sampai saat ini PLN selalu memberikan janji-janji atau angin surga terkait tidak akan terjadinya pemadaman lagi.
“Tadi ada statemen bilamana Desember nanti tidak akan terjadi pemadaman. Kita harus ingat, jangan jadikan Desember sebagai moment urgent. Kita hidup bukan hanya bulan Desember, Januari-November juga kita butuh listrik,” semprotnya.
Sebelumnya, Manager PLN Area Manado Paulce Mangundap beralasan, pemadaman akibat cuaca ekstrim dan banyak melaksanakan pemadaman terencana karena ingin mempersiapkan pada hari besar (Desember, red) nanti tidak akan padam dalam artian pemeliharaan.
“Kita ketahui bersama, banyak sampah di Manado akibat pemangkasan pohon yang mengganggu jaringan listrik. Jadi, penyebab utama ada di pohon dan sudah melaksanakan pemangkasan dari Bitung sampai Ratahan. Selain itu kami melakukan perbaikan konstruksi,” sebut Mangundap.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY