PN Manado Transparan Soal Penggunaan Anggaran

0
21
Vincentius Banar, SH. MH
Vincentius Banar, SH. MH

CINTASULUT.COM,- Pengadilan Negeri (PN) Manado tetap mengedepankan transparansi soal penggunaan anggaran untuk pembenahan dan perbaikan di gedung tersebut. Seperti dikatakan Juru Bicara (Jubir) Pengadilan Negeri Manado, Hakim Vincentius Banar, SH.MH, tidak ada perubahan anggaran pembangunan tahun 2018.
“Tahun ke tahun, anggaran pemeliharaan sama. Namun tahun ini berubah strategi. Bulan Januari menghabiskan Rp12,5 juta. Bulan Februari akan memakai jumlah yang sama. Demikian terus berlangsung sampai akhir tahun,” terang Banar.
“Jumlah pemakaian perbulan tadi, adalah hasil pembagian total anggaran perawatan per tahun, lalu dibagi 12 bulan, untuk menentukan plafon setiap bulan. Atas perintah Ketua PN, hanya boleh dipakai sejumlah itu,” tambah Banar.
Menurut Banar, ini bisa dilakukan karena strategi PN Manado sekarang berbeda.
“Semua pengeluaran, harus diprioritaskan pada dua tujuan utama pengadilan, yakni penanganan perkara dan minutasi. Ada hubungan langsung,” katanya.
“Pelaksanaan sangat kreatif, efisien, dan minim pengeluaran. Banyak memakai peralatan yang sudah ada. Tidak ada pembelian baru. Misalnya, perombakan lobi utama, tidak pakai biaya. Karena hanya geser menggeser meja supaya lebih fungsional. Dicat ulang, lalu dibelikan taplak meja baru. Langsung, cling,” sambung Banar.
Untuk pengecatan kantor, menurut Banar, kalau dulu dikerjakan sekaligus untuk satu gedung.
“Sekarang dicicil, hanya dicat bidang kotor saja. Sebulan ini, baru menghabiskan 20 kg cat, itupun masih bersisa banyak,” sebutnya.
Ditanya soal biaya pemasangan layar monitor, Banar tersenyum.
“Komputer dan monitor TV semuanya sudah ada. Bekas pakai dari inventaris lama. Daur ulang. Kendala ada pada pengadaan kabel. Saat ini dalam pemesanan. Stok yang tersedia di Kota Manado, hanya kabel VGA seharga Rp 40 ribu per meter. Ketua PN tidak mau, harganya masih terlalu mahal. Minta dicarikan alternatif kabel RCA yang lebih murah. Beliau minta, dicarikan barang dengan plafon harga maksimal Rp 5 ribu per meter,” akunya.
“Tukang setempat juga belum sanggup, namun penjelasan beliau, hal yang sama pernah dilakukan di pengadilan lain dan berhasil. Yang pasti, kreatifitas PN Manado terbukti tidak harus mahal,” tandas Banar.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY