Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Bendungan Kuwil

0
66

bendungan-kuwil

CINTASULUT.COM,- Presiden Jokowi Selasa (27/12/2016) pagi tadi melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Bendungan Kuwil yang berlokasi di Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.
Dalam peninjauan tersebut Presiden didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dan Bupati Minahasa Vonny Panambunan.
Presiden Joko Widodo menargetkan bendungan berkapasitas raksasa itu rampung pada 2019.
“Ini Waduk Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara, luasnya 308 hektar, gede banget, ini besar, dengan kapasitas 23 juta meter kubik,” kata Presiden Jokowi saat meninjau waduk yang sedang dalam proses pembangunan tersebut.
Bendungan Kuwil bakal menjadi bendungan terbesar di Sulawesi Utara. Proyek ini sendiri menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN). Semula direncanakan selesai pada 2020 mendatang, namun proyek ini akan dipercepat pembangunannya agar bisa rampung pada 2019 sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  Proyek yang ditangani oleh dua perusahaan besar itu akan dibangun dengan anggaran Rp1,5 triliun.  PT Wijaya Karya bersama Daya Mulia Turanga menangani pekerjaan dengan anggaran senilai Rp783,2 miliar, dan PT Nindya Karya menangani pekerjaan dengan anggaran Rp640,3 miliar.
Bendungan ini merupakan satu dari delapan mega proyek pembangunan bendungan  terbesar di Indonesia. Sesuai kontrak kerja, panjang waduk Kuwil mencapai  344,2 meter, dengan perkiraan debit air sebanyak 9 meter kubik per detik, dan kemampuan penampungannya mencapai 23,37 x 1.000.000 meter kubik dengan air Danau Tondano merupakan sumber air utama. Bendungan akan memiliki luas genangan air 139 hektar dengan tinggi 77 meter dan lebar puncak 11 meter.
Bendungan Kuwil nantinya bisa berfungsi untuk mengendalikan banjir di Kota Manado dan Kota Bitung, mengalirkan air baku yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, juga menciptakan potensi listrik sebesar 1,4 megawatt, serta menjadi objek pariwisata.* (fen)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY