Rakyat Butuh Pangan dan Kesehatan, Jems Tuuk Desak Segera Lakukan Pergeseran Anggaran

0
115
Ir. Julius Jems Tuuk, anggota DPRD Sulut.
Ir. Julius Jems Tuuk, anggota DPRD Sulut.

CINTASULUT.COM,- Menyebarnya Virus Covid-19 secara global tak bisa dipungkiri membuat merosotnya perekonomian masyarakat, apalagi golongan menengah ke bawah. Tuntutan hidup untuk memenuhi kebutuhan terlalu sulit dicapai masyarakat ekonomi lemah. Hal ini tentu saja patut diperhatikan pemerintah baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Ir. Julius Jems Tuuk saat diwawancarai media ini via ponsel, Sabtu (28/3/2020) pun angkat bicara. Menurutnya, terkait dengan Pandemik Covid-19 Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pangdam dan Kapolda sudah bahu membahu membuat terobosan program penanggulangan Covid 19.
“Namun demikian apa yang saya lihat dan rasakan bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah di Sulut mengalami kesulitan yang luar biasa termasuk petani. Dimana sebagian besar lahan sawah gagal panen karena hama tikus dan hama lainnya,” jelas Tuuk. Juga, dengan tidak adanya turis di Sulut, kata Tuuk, pendapatan nelayan pun menurun jauh. “Demikian pula untuk pekerjaan padat karya, banyak tukang yang menganggur karena tidak ada pekerjaan. Praktis yang bisa menghasilkan uang hari ini hanya Tambang Rakyat/Tambang Emas,” ujar Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.
Lanjut Tuuk, berdasarkan hal tersebut meminta kepada pihak Eksekutif dan Legislatif segera mengambil langkah terobosan.
“Seperti, mengevaluasi kembali alokasi anggaran pada APBD 2020, sekalipun APBD sudah di-Perda-kan. Kita dapat menggeser dana tersebut untuk keperluan yang urgent (mendesak) dalam menanggulangi Covid-19,” ucap Tuuk.
Lebih dari itu Tuuk menghimbau segera alihkan Dana TKD atau Tunjangan Kinerja Daerah, Perjalanan Dinas, dan Belanja Modal untuk kebutuhan masyarakat dan Kesehatan.
“Dapat dibelanjakan untuk pangan, vitamin, obat-obatan, dan lainnya. Dan semua itu dibagikan gratis kepada masyarakat,” tegas dia.
Legislator dua periode di DPRD Sulut ini juga mengusulkan agar diperhatikan biaya operasional aparat keamanan dan paramedis.
“Yaitu TNI, Polri dan Satpol PP dalam menjalankan program social distancing. Perlengkapan petugas kesehatan harus diperhatikan,” himbau Tuuk.
Dan kembali pada kehidupan masyarakat kurang mampu, dirinya berharap agar pemerintah segera mengambil solusi.
Legislator dari Dapil Bolmong Raya ini melihat kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah sangat terpuruk.
“Jika kondisi lebih memburuk, dan tidak teratasi sampai dua bulan ke depan, saya kuatir rakyat akan marah dan terjadi chaos karena tidak ada dana untuk pangan dan kesehatan. Sekali lagi saya berharap, segera lakukan pergeseran anggaran untuk APBD tahun 2020. Terima kasih,” tandas Tuuk menutup percakapan.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY