Ribuan Mahasiswa Berhasil Jebol Pagar DPRD Sulut

0
23
Amir Liputo (memegang kertas) diantara kerumunan ribuan mahasiswa saat melakukan penandatanganan surat pernyataan DPRD Sulut, Rabu (25/9/2019) sore.
Amir Liputo (memegang kertas) diantara kerumunan ribuan mahasiswa saat melakukan penandatanganan surat pernyataan DPRD Sulut, Rabu (25/9/2019) sore.

CINTASULUT.COM,- Ribuan mahasiswa di Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya berhasil merobohkan pagar depan gedung kantor DPRD Sulut, setelah selang beberapa jam dengan teriakan agar mereka bisa masuk ke Gedung Cengkih.
Terpantau, jebolnya pintu pagar kantor DPRD Sulut memaksa pihak Aparat Keamanan melepaskan gas air mata.
Selang beberapa waktu, sejumlah Anggota Dewan yakni Amir Liputo, Victor Mailangkay, Fabian Kaloh, Sandra Rondonuwu, Kristo Lumentut, Yusra Aihabsyi, Fransiscus Silangen, juga Sandra Rondonuwu berbaur dan menerima secara langsung aspirasi yang disampaikan ribuan mahasiswa.
Terkait itu, Amir Liputo yang ditemui sejumlah awak media menyampaikan bahwa sebagai negara kesatuan tidak bisa mengabaikan aspirasi masyarakat.
“Saya kira tidak hanya di Sulut tapi di seluruh Indonesia ada demo dimana-mana menyikapi beberapa rancangan undang-undang yang sedang dibahas di DPR RI. Dan sebagai negara kesatuan kita tidak bisa mengabaikan aspirasi masyarakat lewat mahasiswa,” tutur Liputo, Rabu (25/9/2019) usai menerima aspirasi.

Amir Liputo bersama beberapa legislator DPRD Sulut lainnya menemui ribuan mahasiswa yang berdemo di gedung DPRD Sulut.
Amir Liputo bersama beberapa legislator DPRD Sulut lainnya menemui ribuan mahasiswa yang berdemo di gedung DPRD Sulut.

Masih oleh Liputo, walaupun terjadi riak dirinya bersama Anggota Dewan lain tidak meninggalkan gedung kantor Deprov.
“Saya bersyukur bersama teman-teman lain tidak meninggalkan kantor, walaupun tadi ada sedikit ricuh dimana ada pelemparan batu dan sebagainya, kami tetap ada di gedung ini untuk menyatakan bahwa gedung ini milik rakyat dan rakyat berhak menyampaikan aspirasi,” ucap Legislator dapil Manado ini.
Liputo pun mengungkapkan ada sembilan poin yang disampaikan mahasiswa.
“Di antaranya tentang penolakan mahasiswa terhadap RUU Pertanahan, kenaikan BPJS, pencabutan subsidi listrik, Revisi Undang-Undang KPK, RUU KUHP dan lain sebagainya. Sesuai kesepakatan kita akan sampaikan ke DPR RI,” ungkap Liputo.
Ditambahkan pula, telah dilakukan penandatanganan MoU dengan mahasiswa, “Yang menyatakan bahwa aspirasi tersebut akan dibawa ke DPR RI untuk diperjuangkan, dan biar DPR RI tahu bahwa sebagian rakyat Sulut keberatan dengan RUU yang sedang dibahas,” tutup Liputo sembari menambahkan rencananya aspirasi tersebut akan disampaikan besok di DPR RI.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY