Ruaw Resmi Pimpin Resimen Mahasamra Sulut

0
11
Ruaw Resmi Pimpin Resimen Mahasamra Sulut
Ruaw Resmi Pimpin Resimen Mahasamra Sulut

CINTASULUT.COM,- Jackson Ruaw akhirnya dinobatkan sebagai Komandan Resimen Mahasamra Sulawesi Utara (Sulut) periode 2018-2020, Selasa (13/2/2018). Ini tentu saja setelah melewati proses penjaringan, penetapan hingga pemilihan.
Dalam Rapat Komando Daerah (Rakomda) Resimen Mahasamra Sulut yang dipimpin Johanes Patriks Kunda Bio selaku Asisten Operasi (Ass Ops) bersama Alfa Walandou selaku selaku Asisten Personalia (ass pers) dan Agrifina Pangkey selaku Asisten Keputrian (ass trian), forum menetapkan Ruaw layak dan pantas memimpin Komando Resimen Mahasamra Sulut.
Sebagai alumni resimen, Ruaw sadar akan organisasi tersebut, dan terpanggil untuk memajukannya.
“Ini semua boleh terjadi karena kemurahan Tuhan. Saya terpanggil mengemban tugas ini karena adanya semangat yang Tuhan berikan untuk pengembangan Resimen Mahasamra Sulut ke arah yang lebih baik. Kiranya seluruh jajaran bisa bersatu agar dapat berkiprah, bukan hanya dalam akademik tetapi bisa terlibat dalam kegiatan perlindungan masyarakat,” tutur Ruaw.
Adapun program awal yang akan dilaksanakan Ruaw pasca terpilih, secara organisatoris dirinya akan melakukan penataan kelembagaan organisasi dan struktur.
“Yang paling utama, kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait dengan pelaksanaan keputusan bersama empat menteri yakni Mendagri, Menhan, Menristekdikti dan Menpora, sehingga bisa melaksanakan tugas sesuai dengan kesepakatan bersama,” kata Ruaw.
Diketahui, Ruaw berhasil menjadi calon tunggal setelah salah satu calon komandan tidak memenuhi syarat dalam tahapan penetapan. 12 dari 15 hak pilih yang hadir menetapkan pilihan kepada Ruaw yang juga menjabat Kabag Umum DPRD Sulut ini.
Sementara itu, dalam sambutan di Rakomda Resimen Mahasamra, Komandan Resimen periode 2015-2017 Dr. Drs. Arnold Poli menekankan, jabatan Komandan Resimen Mahasiswa adalah tanggung jawab besar.
“Kalau mau mencari profit, jangan menjadi Komandan Resimen Mahasiswa. Ini bukan tempatnya, di sini paling banyak adalah pengorbanan. Semua yang ada di dalamnya harus bersama-sama, silih berganti masalah namun harus bisa diselesaikan dengan bersama-sama sampai selesai,” tandasnya.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY