Sambangi ‘Gedung Cengkih’, Warga Bolangat Minta Rekomendasi Dari DPRD Sulut

0
9
Suasana saat warga Bolangat sambangi gedung DPRD Sulut sejak siang hari hingga malam hari, Kamis (12/7/2018).
Suasana saat warga Bolangat sambangi gedung DPRD Sulut sejak siang hari hingga malam hari, Kamis (12/7/2018).

CINTASULUT.COM,- Warga Bolangat Induk di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (12/7/2018) sejak pagi kemarin sambangi gedung DPRD Sulut alias Gedung Cengkih. Kedatangan warga di gedung tersebut ingin bertemu Ketua DPRD Sulut dan menanyakan apakah aspirasi masyarakat terkait meminta rekomendasi dari DPRD Sulut bisa terealisasi atau tidak.
Seperti dikatakan Ketua Laskar Merah Putih Markas Daerah (MADA) Sulut, Indra Patrianus Wongkar. Menurutnya, tidak ada niat untuk menghambat investor ataupun menolak investor yang datang di Sulut, tapi harus dilihat efek terhadap masyarakat.
“Kami menolak investasi yang menyusahkan masyarakat. Kedua, kami tidak menginginkan sawit ditanam di lahan produktif, karena lahan produktif tersebut sudah digarap oleh para petani berpuluh-puluh tahun. Oleh sebab itu kami minta pimpinan DPRD Sulut, dalam hal ini Bapak Andrei Angouw harus singkapi dan mengeluarkan rekomendasi bahwa Bolmong bukan layaknya sawit,” tutur Wongkar saat diwawancarai sejumlah awak media, sekira pukul 21.00 wita.
Alasan minta rekomendasi DPRD Sulut, lanjut Wongkar, demi mendukung program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
“Yaitu Indonesia harus menanam. Kita mau menanam bagaimana kalau lahan sudah ditanami sawit semua, kan tidak mungkin,” ucap dia.

Suasana saat warga Bolangat sambangi gedung DPRD Sulut sejak siang hari hingga malam hari, Kamis 12 Juli 2018.
Suasana saat warga Bolangat sambangi gedung DPRD Sulut sejak siang hari hingga malam hari, Kamis 12 Juli 2018.

Di samping itu, tambah Wongkar, rekomendasi DPRD Sulut juga guna menindaklanjuti dugaan tindak pidana yang dilakukan PT.Karunia Kasih Indah (KKI).
“Yang pertama, PT.KKI menebang pohon kelapa dalam sebanyak 27 ribu pohon. Kedua, menebang pohon kapuk sejumlah lima ribu pohon. Ketiga, merusak aset negara yang (dibangun dengan) anggaran tahun 2013 sampai 2014, perkiraan 13 miliar. Oleh sebab itu kami atas nama Laskar Merah Putih Sulut meminta dengan tegas kepada DPR untuk mengeluarkan rekomendasi. DPR ini lahir oleh rakyat, jadi mereka harus membela rakyat. Hanya itu yang kami minta,” tegas Wongkar.
Sementara terkait rekomendasi dari DPRD Sulut, dikatakan Wongkar, sebagai acuan untuk menolak sawit karena menanam di lahan produktif.
“Setelah itu kita bisa tindak lanjut ke pemerintah daerah,” aku Wongkar.
Sebelum ke gedung DPRD Sulut, warga Bolangat juga terlebih dahulu ke gedung kantor Pemprov Sulut dengan maksud meminta rekomendasi yang sama dari Gubernur yaitu Olly Dondokambey.
“Menurut Pemprov akan ditindaklanjuti dan meminta waktu satu minggu untuk dipertemukan dengan Bapak Gubernur, karena tadi Bapak Gubernur sedang berada di luar daerah,” terangnya.
Ditambahkan pula, aspirasi tersebut sebelumnya sudah disikapi sejumlah Anggota Dewan yaitu Jems Tuuk, James Karinda, Kristovorus Deky Palinggi, Rita Lamusu dan Sjenny Kalangi.
“Mereka menyatakan sikap menolak sawit. Mereka berani mengeluarkan rekomendasi atas nama pribadi dan selaku fraksi partai. Ini suatu pertanyaan, banyak yang sudah menolak di dalam gedung yang indah ini. Tinggal menunggu pernyataan sikap dari ketua Pak Andrei Angouw. Cobalah teman-teman media tanyakan kepada Pak Andrei, kenapa rekomendasi tersebut tidak bisa diberikan, alasannya apa? kenapa?,” tandas Wongkar.
Terpisah, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw saat dikonfirmasi media ini terkait permintaan warga Bolangat yaitu rekomendasi, lewat pesan singkat Whatsapp balik bertanya rekomendasi yang dimaksud.
“Rekomendasi apa? Kayaknya itu so (sudah) ada gugatan ke pengadilan no. Ya urusan hukum no
bukan politik,” bunyi pesan itu dari nomor ponsel milik Angouw.*(jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY