Satgas Kementerian P3A RI Sulut dan Dinas P3A Sulut Berhasil Pulangkan Korban Trafficking

0
128
Tim Penjemputan Korban Trafficking saat berada di Nabire untuk menjemput salah satu korban trafficking asal Manado.
Tim Penjemputan Korban Trafficking saat berada di Nabire untuk menjemput salah satu korban trafficking asal Manado.

CINTASULUT.COM,- Persoalan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini adalah maraknya aksi trafficking oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini juga jadi kekuatiran terbesar tiap orang tua yang memiliki anak perempuan usia remaja. Aksi berantas trafficking pun terus dilakukan dari pihak-pihak terkait.
Seperti dilakukan Satgas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI Sulut yang diketuai Advokat E.K. Tindangen, SH dan Dinas P3A Provinsi Sulut yang menjemput salah satu korban trafficking asal Manado (AB) alias Bunga(16) di Nabire Papua, Kamis-Sabtu pekan lalu.
Dikatakan Tindangen saat diwawancarai sejumlah awak media, Senin (27/11/2017) di ruang kerjanya, bahwa trafficking adalah salah satu tindak pidana.
“Jadi, harus kita tindaki,” ujar Tindangen yang juga Ketua LPAI Sulut ini.
Masih oleh Tindangen, kerjasama dari orang tua maupun masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah tumbuh berkembangnya trafficking atau perdagangan orang.
“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaualan anak mereka. Orang tua pun jangan malu atau takut untuk melapor bila hal ini terjadi. Saya yakin ada beberapa orang tua di luar sana mengalami hal yang sama. Saya juga menghimbau kepada orang tua yang tahu anak mereka bekerja di tempat hiburan malam agar jangan lakukan lagi hal tersebut, walaupun alasannya adalah faktor ekonomi,” himbau Tindangen.

Tim Penjemputan Korban Trafficking saat berada di Nabire untuk menjemput salah satu korban trafficking asal Manado.
Tim Penjemputan Korban Trafficking saat berada di Nabire untuk menjemput salah satu korban trafficking asal Manado.

Ditambahkan pula, Satgas Kementerian P3A RI Sulut bersama Dinas P3A Provinsi Sulut akan kembali ke daerah Papua dalam waktu dekat ini.
“Kami akan kembali ke papua,” tandas dia.
Di tempat berbeda, Kadis P3A Provinsi Sulut, Ir. Meike Pangkong saat dikonfirmasi terkait trafficking mengatakan bahwa instansi yang dipimpinnya sangat konsen dengan hal tersebut.
“Pemerintah Provinsi Sulut sangat konsen. Pak Gubernur dan Wakil Gubernur konsen terhadap korban-korban trafficking ini. Kan masuk juga pada program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). Ini juga hal-hal sosial yang harus diselesaikan. Ini kan eksploitasi anak yang sangat merugikan,” tutur Pangkong.
Lanjut Pangkong, usaha membebaskan para korban trafficking dari oknum tidak bertanggung jawab akan terus berlangsung.
“Akan terus berlangsung. Di manapun ada laporan dari masyarakat, kami akan segera tindak lanjuti,” ungkap dia.
Dihimbau Kadis P3A Sulut ini, terlebih kepada para orang tua agar terus melakukan kontrol terhadap anak apalagi terkait pekerjaan.
“Ketika ada tawaran yang menggiurkan untuk diperkerjakan, apalagi masih usia anak, ini sesuatu hal yang tidak bisa kita ikuti. Di usia anak masih butuh sekolah dan bimbingan, tapi bila sudah dieksploitasi masa depan tidak menjanjikan. Jadi, peran orang tua sangat penting,” tuturnya, sembari mengatakan bila Pemprov Sulut terus lakukan sosialisi terhadap masyarakat.
Diketahui, Tim Penjemputan terdiri dari Satgas Kementerian P3A RI Sulut, Unit PPA Polres Tomohon, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Tomohon. Sedangkan korban sudah diserahkan Tim Penjemputan kepada Puszt Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2) Sulut. Korban pun sudah bertemu orang tua. Sementara tersangka (tsk) sekarang di Polres Tomohon.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY