Sempat Dilarang Kepsek Lumintang, Akhirnya IW Diperbolehkan Bersekolah Lagi

0
67
Ketua POSBAKUM PN Manado, Adv.E.K.Tindangen,SH bersama orang tua siswi IW dan korban saat bertemu Kabid Pembinaan SMK, Paulus Tamaka, Rabu (14/2/2018) di kantor DIKDA Sulut.
Ketua POSBAKUM PN Manado, Adv.E.K.Tindangen,SH bersama orang tua siswi IW dan korban saat bertemu Kabid Pembinaan SMK, Paulus Tamaka, Rabu (14/2/2018) di kantor DIKDA Sulut.

CINTASULUT.COM,- Kisah seorang siswi inisial IW di SMK Negeri I untuk beberapa saat tidak diperbolehkan pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar. Sontak saja, perlakuan itu tidak diterima orang tua IW, dan melaporkannya ke Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Negeri Manado. Siswi tersebut adalah korban pelecehan yang kini kasusnya masih bergulir di PN Manado dengan terdakwa Resa.
Alhasil, dengan dikawal Ketua POSBAKUM sekaligus Ketua LPAI Sulut, Adv.E.K.Tindangen, SH, yang bertindak sebagai mediasi, Rabu (14/2/2018), orang tua IW mengadukan hal tersebut ke Dinas Pendidikan Daerah (DIKDA) Provinsi Sulut.
Pada pertemuan itu, Kepala Dinas DIKDA Sulut, Grace Punuh lewat Kepala Bidang Pembinaan SMK, Paulus Tamaka mengatakan bahwa siswi tersebut bisa masuk sekolah kapan saja.
“Saya sebagai kepala bidang berpikir anak ini harus sekolah, karena dia (IW,red) tidak ada salah. Cuma mungkin ada resiko lain, yang penting dia tidak terganggu secara psikologis,” tutur dia di hadapan siswi IW, ibunya dan Ketua LPAI Sulut.
Lanjut dikatakan Tamaka, kepala sekolah tidak bermaksud untuk melarang siswi tersebut masuk sekolah.
“Tapi, kepala sekolah juga berpikir jangan-jangan kalau anak ini sekolah akan ada beban secara kejiwaan. Tapi, karena anak ini siap dari berbagai konsekwensi, menurut kita anak ini harus bersekolah,” terang dia.
Sementara, saat ditanyakan apakah ada tindakan dari DIKDA Sulut untuk Kepala Sekolah SMK Negeri I yang sudah mengambil kebijakan tidak memperbolehkan siswi tersebut masuk sekolah, dijawab Tamaka akan diberikan pembinaan.
“Ya, menurut saya mungkin cuma sekedar pembinaan saja,” tandas Tamaka.
Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Manado Moodie Lumintang saat diwawancarai pun menegaskan, pihaknya melakukan perlindungan kepada anak tersebut.
“Kita tidak menskors. Soal info diskors, itu hanya miskomunikasi. Itu kebijakan mengingat psikologi anak,” singkat dia.
Sedangkan Tindangen saat dikonfirmasi hal ini mengatakan, bahwa dirinya tidak menginginkan ada diskriminasi terhadap siswi tersebut.
“Ada undang undang yang mengatur tentang perlindungan anak. Sekolah adalah hak dari anak ini. Jadi, dia harus sekolah,” jelas Tindangen.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY