Serap Aspirasi di Paslaten I, Taroreh Disuguhi Banyak Keluhan

0
20
Lucia Taroreh gelar reses II tahun 2017 di Tomohon, Selasa (19/9/2017)
Lucia Taroreh gelar reses II tahun 2017 di Tomohon, Selasa (19/9/2017)

CINTASULUT.COM,- Masyarakat Kelurahan Paslaten I Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon, Selasa (19/9/2017) kemarin akhirnya menumpahkan uneg-uneg saat Lucia Taroreh,ST salah satu Anggota DPRD Sulut melakukan reses II di tahun 2017. Dari persoalan infrastruktur jalan, BPJS, Kartu Indonesia Pinter (KIP), bantuan pupuk, sarana/ prasarana angkutan umum, dan lainnya.
Seperti diungkapkan Hengky Wongkar salah satu warga. Menurutnya, pelebaran ruas jalan Tomohon-Manado belum dilaksanakan sejak pemerintahan gubernur sebelumnya. Begitu pula terkait pelayanan kesehatan yang menggunakan BPJS.
“Masih sakit sudah disuruh pulang. Ini wajib diperhatikan pemerintah dan DPRD,” ucap Wongkar.

Lucia taroreh menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga yang memerlukan.
Lucia Taroreh menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga yang memerlukan.

Lain lagi yang disorot Donald Kaparang warga Walian Tomohon Selatan. Dirinya mempertanyakan apakah ada sinkronisasi antara Pemerintah Kota Tomohon dan Provinsi Sulut. Di samping itu, lanjut Kaparang, pariwisata Kota Tomohon tidak ditunjang oleh infrastruktur.
“Kalau pun ada, pembangunan lewat swasta,” tutur dia.
Menanggapi semua aspirasi itu, Taroreh pun berujar bahwa ruas jalan Tomohon-Manado sudah dimasukkan ke APBD tapi bertahap.
“Ada beberapa tempat yang sudah dilakukan pelebaran. Ruas jalan ini selalu disuarakan ke Bapak Gubernur, apalagi dekat jembatan kritis atau rawan lonsor. Sedangkan terkait BPJS, hal ini berkali kali ditanyakan. Tapi, bila masih ada pasien yang dipulangkan belum sembuh, laporkan rumah sakit mana, dan akan diteruskan ke BPJS agar rumah sakit tersebut ditegur. Ini selalu jadi catatan DPRD. DPRD pun sudah seringkali mendesak BPJS harus tuntas perawatan pasien baru pulang,” terang Legislator Dapil Tomohon-Minahasa ini.
Sedangkan terkait sinkronisasi dikatakan Taroreh, pada prinsipnya Pemerintah Provinsi dan Kota Tomohon terus melakukan sinkronisasi.
“Ini terbukti pada APBD. Gubernur memperhatikan seluruh masyarakat Sulut. Contohnya, Pemerintah Provinsi memberikan bantuan ke Kota Tomohon adalah pelaksanaan iven TIFF (Tomohon International Flower Festival, red). Pemerintah Provinsi sangat menunjang program pariwisata,” papar Taroreh.
Sementara soal bantuan KIP, Tatoreh mengakui bahwa siapa saja yang berhak menerima bantuan pendidikan tersebut masih menggunakan data lama.
“Harus di data oleh kelurahan, ini masih mengacu pada data 2011. Yang sekarang masih pakai data lama, padahal sudah ada verifikasi data. Saya akan tanyakan ke dinas terkait, agar data di Kota Tomohon segera diperbaharui,” ujar Legislator yang diusung dari PDIP ini.
Diketahui, di reses itu telah dibagikan bantuan kursi roda bagi yang benar-benar membutuhkan.
“Untuk Paslaten ada dua kursi roda yang disumbangkan. Ada 10 kursi roda dari Dinas Sosial,” pungkas Taroreh kepada wartawan usai memberikan bantuan kursi roda kepada salah satu warga Paslaten 1 Lingkungan 4, Marrie kambey (74).* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY