Sering Mangkir di Persidangan, Pendemo Desak Status VAP Dinaikkan Dari Saksi Jadi Tersangka

0
16
Jaksa Bobby Ruswin saat menerima aspirasi para pendemo terkait kasus dugaan korupsi Pemecah ombak di Minut.
Jaksa Bobby Ruswin saat menerima aspirasi para pendemo terkait kasus dugaan korupsi Pemecah ombak di Minut.

CINTASULUT.COM,- Ratusan pendemo asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin (8/9/2018) kemarin sambangi gedung kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, di bilangan Jalan 17 Agustus Manado.
Dalam demo tersebut, tertuang beberapa tuntutan. Salah satunya yaitu, status Bupati Minut dari saksi menjadi tersangka dengan alasan beberapa kali mangkir di persidangan.
Di demo itu, para pendemo berharap agar Kepala Kejati Sulut, M.Roskanedi, SH menerima langsung aspirasi mereka (pendemo).
“Tolong sampaikan kepada pak Kajati kami tunggu di sini,” ujar Johan Awui, Ketua LSM Minut Conection di hadapan Bobby Ruswin, salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus pemecah ombak di Minut, dengan terdakwa JT alias Tambunan dan kini masih bergulir di Pengadilan Negeri/Tipikor Manado.
Lanjutnya lagi, diperlukan aspirasi kali ini diterima dan didengar langsung Kajati Sulut dan bukan perwakilan.
“Kami percaya kepada kejaksaan. Tapi sudah berapa kali kejadian bahwa, perwakilan-perwakilan yang diperhadapkan dengan kami (pendemo) akhirnya pindah. Jadi kami mau, pak Kajati yang ke sini langsung. Kami hanya butuh setengah jam untuk menyampaikan aspirasi. Kami sudah berpanas-panas di sini, pak kajati punya ac di atas. Kami cuma butuh waktu setengah jam untuk bertemu dengan pak kajati. Kenapa pak kajati tidak mau bertemu dengan kami? Dengan rakyat?.Kami tunggu di sini untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pak kajati,” tutur salah satu pendemo, menyela perkataan Ruswin agar mempercayai dirinya dalam menangani kasus dugaan korupsi tersebut.
Menanggapi permintaan tersebut, Ruswin mengatakan agar para pendemo mempercayainya.
“Mungkin untuk saat ini pak, biarlah kami yang mewakili pak kajati. Percayalah kepada saya pak, saya mohon dengan hormat dengan kerendahan hati,” ucap Ruswin dihadapan pendemo.
Adapun menjawab pertanyaan pendemo terkait pesan Kajati dikatakan Ruswin, “Kami lah yang diutus untuk menangani dalam perkara ini,” katanya yang langsung disambut dengan seruan bahwa pak Kajati tidak mau bertemu rakyat Minut (pendemo).
Walaupun Jaksa Ruswin terus mengatakan agar percaya dalam penanganan kasus tersebut, namun para pendemo terus ngotot ingin bertemu langsung Kajati Sulut.
Senada dikatakan pendemo lainnya yaitu Stenly Lengkong, Ketua LSM MAPATU Minut. Ia menyampaikan, agar Kajati Sulut mau bertemu langsung dengan pendemo.
“Jadi pak kajati, terimalah kami rakyat Minahasa Utara. Kami mau membantu bapak. Kami mau menegakkan hukum dan keadilan di negara ini. Suara hati rakyat adalah suara Tuhan,” seru Lengkong di demo itu.
Masih oleh Lengkong, bukan untuk mengancam tapi pendemo akan bergerak terus.
“Kalau pak kajati tidak turun, mungkin berikut tapi pasti torang (kami) minta pak kajati kase pindah dari Sulawesi Utara karena tidak mau menerima rakyat Minahasa Utara yang merupakan bagian dari Sulawesi Utara. Jadi, kami mohon pak kajati turun menemui kami,” tegas Lengkong.
Dalam orasinya juga, Lengkong mengatakan agar Jaksa Bobby Ruswin yang menangani kasus tersebut tidak dipindahkan.
“Mohon pak kajati, jangan berikut-berikut pak Bobby Ruswin yang kase pindah,” kata Lengkong.
Lengkong pun menambahkan, bila kedatangan pendemo saat HUT Adhyaksa waktu lalu disambut baik oleh Kejaksaan Agung di Jakarta.
“Walaupun lewat perwakilan tapi kami diterima baik-baik. Kenapa cuma di Sulawesi Utara, di daerah Sulawesi Utara kami tidak diterima, kami berdiri di tanah kami sendiri. Tolong pak, kami meminta selesaikan kasus korupsi ini,” tandas Lengkong mengakhiri.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY