Sidang Eksepsi Kasus Dugaan Penipuan Diwarnai Karton Putih Para Istri Terdakwa

0
19
Isteri para terdakwa melakukan protes atas ditahannya suami mereka yang disinyalir sebagai korban.
Isteri para terdakwa melakukan protes atas ditahannya suami mereka yang disinyalir sebagai korban.

CINTASULUT.COM,- Sidang kasus dugaan penipuan yang melibatkan tiga terdakwa, yaitu NS alias Nem(52), MK alias Jeger (49), dan DJ alias Djodji (47) terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Manado. Rabu (1/8/2018) kemarin siang, masuk pada jadwal sidang pembacaan eksepsi atau tanggapan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) oleh Penasehat Hukum (PH) Adv Novry Rantung SH MH C.L.A, Adv Zemmy M A Leihitu, dan Adv Aswin Kasim SH.
Menariknya, usai dilaksanakannya sidang, dalam ruangan sidang istri para terdakwa mengangkat karton putih dengan berbagai tulisan. Itu merupakan tanda protes atas ditahannya para suami (terdakwa) yang disinyalir sebagai korban.

Para terdakwa kasus penipuan saat menghadiri persidangan.
Para terdakwa kasus penipuan saat menghadiri persidangan.

Sementara dalam eksepsi, PH terdakwa beranggapan bahwa JPU tidak memuat secara jelas dan lengkap mengenai peran masing-masing terdakwa dalam penyelesaian delik. Artinya, dakwaan JPU tidak memuat substansi yang disangkakan mereka kepada para terdakwa.
“Berdasarkan ketentuan pasal 143 ayat (3) KUHP, maka kami memohon kepada yang Mulia Majelis Hakim yang akan memeriksa dan mengadili menyatakan batal surat dakwaan atas nama Terdakwa Nem dan kawan-kawan,” urai PH terdakwa di hadapan Majelis Hakim Arkanu cs.
Di samping itu dalam eksepsi diuraikan pula tentang legal standing bertindak dari pelapor. Bahwa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi pelapor atas nama Oktafian Obby Leonard Pantouw, sedangkan korbannya adalah Jhonson Yaptonaga. Pasal 378 KUHPidana masuk pada kategori delik aduan, dimana penuntutan perkara hanya dapat dilakukan berdasarkan pengaduan dari pihak yang paling dirugikan, kecuali orang tersebut diberikan kuasa oleh pihak yang dirugikan untuk mengajukan laporan pengaduan.
“Bahwa mengacu pada alasan dan fakta hukum, maka secara hukum saudara Oktafian Obby Leonard Pantouw tidak mempunyai kualitas hukum guna bertindak sebagai pelapor dalam perkara ini, karena nyata-nyata saudara Oktafian Obby Leonard Pantouw bukanlah pihak yang dirugikan, melainkan Jhonson Yaptonaga. Tidak terdapat surat kuasa dari Jhonson Yaptonaga kepada Oktafian Obby Leanard Pantouw untuk bertindak mewakilinya dalam mengajukan laporan yang menjadi pokok perkara dalam sidang ini,” ujar PH terdakwa saat membacakan eksepsi.
Untuk itu lanjut PH terdakwa, surat dakwaan tersebut mempunyai alasan hukum untuk dinyatakan tidak sah dan batal. Oleh JPU Jaksa Noval Taher, SH dalam dakwaan, ketiga terdakwa dijerat Pasal 372 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY