Sidang Kasus Pembunuhan di Tateli II Kembali Bergulir

0
30
Ilustrasi
Ilustrasi

CINTASULUT.COM,- Kasus pembunuhan yang terjadi beberapa waktu silam di Desa Tateli II Kecamatan Mandolang, dengan terdakwa Frengky Sambalang kembali bergulir di Pengadilan Negeri Manado, Senin (11/9/2017). Kali ini dengan mendengarkan keterangan saksi.
Menurut saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harry Tendean, seorang Kepala Lingkungan (Pala) Pertiwi Onibala, dirinya tidak mengetahui jelas kasus pembunuhan dan penganiayaan itu terjadi. Dia baru mengetahui saat diberitahu oleh warga.
“Ada sopir truk datang ke rumah, ia menjelaskan bahwa ada korban penganiayaan di Pos Keamanan. Saya kemudian bergegas ke Pos Keamanan. Saya melihat korban Rosita dalam keadaan lemas, wajahnya memar dan tubuhnya berdarah. Kami pun langsung memberikan pertolongan,” kata Onibala.
Lanjutnya, pada saat itu korban Rosita meminta bantuan, agar warga segera menolong ibunya yang masih ada di rumah.
“Saya bersama anggota polisi kemudian langsung ke rumah korban. Kami masuk ke dalam rumah, mendapati korban Agustina terbaring di atas tempat tidur tepatnya di kamar bagian belakang sudah tidak bernyawa,” jelas Onibala.
Setelah mendengarkan keterangan saksi, Mejelis Hakim kemudian menunda persidangan dan akan dilanjutkan pekan depan.
Diketahui, JPU mendakwa terdakwa Frengky dengan menggunakan pasal 340 dan pasal 354 ayat (2) KUHPidana. Karena terdakwa telah menghabisi nyawa korban Agustina, pada Kamis (9/3/2017) lalu. Berawal ketika terdakwa mendatangi rumah korban dengan membawa tas yang dalamnya berisi senjata tajam jenis pisau dan masuk melalui pintu samping. Setelah berada di dalam rumah, terdakwa langsung menuju kamar depan, waktu itu korban Agustina dan Rosita sedang tidur.
Terdakwa kemudian masuk dan membangunkan korban Agustina. Keduanya lalu bergerak ke ruang tamu, di situ sempat terjadi pertengkaran, lalu terdakwa mengajak korban ke kamar belakang. Di kamar itulah terdakwa akhirnya membunuh korban, dengan cara mencekik leher korban, hingga korban kehabisan nafas. Mengetahui korban sudah tak bernyawa, terdakwa lalu bergerak ke kamar depan sambil membawa pisau yang diambil dari dalam tasnya. Terdakwa kemudian melakukan penganiyaan pada korban Rosita.
Sidang yang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Imanuel Barru, didampingi Hakim Anggota Frangkli Tamara dan Benny Simanjuntak itu berlangsung tertib.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY