Sidang Terdakwa HT Digelar, Sumeisey Ajukan Pertimbangan Hukum Pledoi

0
13
Terdakwa HT alias Hans dalam persidangan pembacaan pledoi oleh PH.
Terdakwa HT alias Hans dalam persidangan pembacaan pledoi oleh PH.

CINTASULUT.COM,– Sidang kasus dugaan pemalsuan data Kartu Keluarga (KK) oleh terdakwa MHT alias Hans kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (11/7/2018). Kali ini agenda sidang Pledoi atau Pembacaan Nota Pembelaan terdakwa.
Usai sidang, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Hans yakni Frederick Ch Sumeisey, menegaskan bahwa inti pledoi yang diajukan yaitu memohon Majelis Hakim untuk membebaskan kliennya dari tuntutan serta dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Inti pledoinya kami minta bebas. JPU kan sudah memilih pasal yang dikenakan dalam tuntutan. Dan JPU mengakui kalau itu tidak terbukti dalam persidangan,” tutur Sumeisey.
Namun lanjut pengacara senior ini, keputusan sepenuhnya ada di tangan Majelis Hakim.
“Semuanya tergantung pada hakim sekarang,” aku dia.
Patut diketahui, terdakwa Hans dalam perkara dugaan pemalsuan pembuatan Kartu Keluarga (KK) 2010, telah dituntut 1,6 tahun penjara, dengan tudingan telah sengaja membiarkan proses pembuatan KK terjadi, tanpa mengoreksi data yang tidak valid.
Menariknya, data yang tercantum dalam KK 2010 tersebut, hanya menyebutkan nama dua anak terdakwa dari isteri pertamanya. Sedangkan, anak dari isteri keduanya tidak dimasukkan.
Parahnya lagi, isteri kedua terdakwa justru disebutkan berstatus cerai mati. Padahal, yang bersangkutan masih hidup.
Aksi pidana terdakwa kian menguat, saat KK yang tidak valid data itu dipergunakannya untuk membeli rumah di Perumahan Royal Resident dengan cara kredit.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, terdakwa pun telah diganjar pidana JPU dengan Pasal 93 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, juncto (jo) UU RI No 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas UU RI No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY