Sjenny Kalangi Gelar Reses di BMR, Kelangkaan Pupuk Jadi Aspirasi Utama Masyarakat

0
16
Anggota DPRD Sulut, Sjenny Kalangi saat  menggelar Reses di BMR.
Anggota DPRD Sulut, Sjenny Kalangi saat menggelar Reses di BMR.

CINTASULUT.COM,- Sjenny Kalangi Anggota DPRD Sulut, seperti halnya dengan Anggota Dewan lainnya, kembali ke daerah pemilihan (dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR) guna menyerap aspirasi lewat agenda Reses II Tahun 2020.
Saat dilaksanakannya reses di sejumlah tempat di BMR, aspirasi terkait kelangkaan pupuk jadi trend topik yang dikeluhkan masyarakat.
“Hampir di setiap tempat dimana saya melaksanakan reses, hampir semua masalah yang dikeluhkan masyarakat adalah pupuk yang langka dan juga ada permintaan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Sulut supaya harga cengkih dan kelapa dinaikkan,” kata Anggota Komisi II DPRD Sulut ini, saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9) pekan lalu.

Anggota DPRD Sulut, Sjenny Kalangi saat  menggelar Reses di BMR.
Anggota DPRD Sulut, Sjenny Kalangi saat menggelar Reses di BMR.

Selain itu, lanjut Kalangi, di Solok Bolmong menurut Sangadi bahwa 60 persen lahan tani dikuasai oleh perusahaan Cons sehingga petani sudah tak ada lahan lagi untuk bertani.
“Sementara, masyarakat setempat sangat sulit menjadi pegawai di perusahaan itu,” tutur Kalangi.
Dan, lewat Sangadi masyarakat berharap agar bisa mendapat bantuan bibit ternak seperti sapi, kambing, atau itik,” ungkapnya.
Lanjut dikatakan Kalangi, Desa Lalow juga berharap agar pemerintah dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.
“Selain permasalahan bantuan traktor, ada juga masyarakat yang  pertanyakan tugas penyuluh pertanian. Karena ternyata mereka tidak benar-benar mengajari petani cara mencampur obat semprot. Petani gagal panen sedangkan penyuluh hasil panennya baik,” ketusnya.
Sementara masyarakat Desa Pinogaluman Timur dan Pindolili minta bantuan rumah layak huni bagi mereka yang membutuhkan, serta minta bantuan perontok milu (jagung, red), mesin paras, dan mesin handsprayer.
Lebih lanjut lagi dikatakan Kalangi, ia akan membawa aspirasi-aspirasi masyarakat ke gedung DPRD Sulut dan menyampaikan kepada Pemprov.
“Saya akan berjuang dan mengawal semua aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat dan daerah,” tutupnya.
Diketahui, selama pelaksanaan reses di sejumlah tempat di BMR, Sjenny Kalangi tetap mengedepankan protokol kesehatan agar bisa memutus mata rantai berkembangnya Covid-19.
Adapun lokasi dilaksanakannya reses tersebut yaitu, Desa Solok Bolmong, Desa Lalow, Desa Pindolili, dan Desa Pinogaluman Timur.* (jane)

LEAVE A REPLY