Sosialisasi Pembentukan Badan Adhoc, Ardiles Ajak Libatkan Milenial

0
15
Ketua KPU Sulut saat membuka kegiatan sosialisasi dan memberikan sambutan.
Ketua KPU Sulut saat membuka kegiatan sosialisasi dan memberikan sambutan.

CINTASULUT.COM,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dipimpin langsung Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh, SH melaksanakan sosialisasi stakeholder terkait Pembentukan Badan Adhoc Pemilihan Serentak Tahun 2020, Jumat (27/12/2019) sekira pukul 11.00 Wita di salah satu ruangan rapat Hotel Four Point Manado.
Saat memberikan sambutan, Ardiles Mewoh menyampaikan beberapa hal, termasuk melibatkan anak muda (Milenial) pada pembentukan Badan Adhoc.
“Salah satu target adalah kelompok pemuda, 17 tahun sudah bisa jadi penyelenggara adhoc. Dalam Penyelenggara Adhoc ini anak muda harus terlibat,” tutur Mewoh.
Sebelumnya juga Mewoh sudah menyampaikan beberapa hal yang patut diperhatikan saat pembentukan Badan Adhoc.
“Pertama, proses perekrutan ini terbuka, transparan dan tidak ada intervensi dari siapapun. Kedua, membentuk badan adhoc yang berintegritas dari tingkat paling bawah dan profesional,” ungkap Komisioner dua periode di KPU Sulut ini.
Ungkap Ardiles, dana KPU Sulut paling besar terserap untuk membiayai penyelenggara adhoc.
“Terserap anggaran 67 persen. Biaya paling besar adalah Badan Adhoc,” aku Mewoh.

Pemateri sekaligus Komisioner KPU Sulut, Meidy Tinangon (kiri) dan Salman Sailangi (tengah) dan moderator Nina Polii (kanan).
Pemateri sekaligus Komisioner KPU Sulut, Meidy Tinangon (kiri) dan Salman Sailangi (tengah) dan moderator Nina Polii (kanan).

Ditambahkan Mewoh, jumlah personil yang dibutuhkan dalam pembentukan Badan Adhoc adalah 72478 orang.
“Jumlah yang tidak sedikit. Namun itu bisa saja bertambah atau pun berkurang, tergantung jumlah TPS,” ujarnya seraya mengakui ada beberapa persoalan.
Dikatakan Ardiles, pembentukan Badan Adhoc pada bulan Januari 2020 mendatang.
“Kalau tidak salah tanggal 15 Januari, untuk itu sangat penting untuk dilakukan sosialisasi terkait produk hukum. Kami mulai sosialisasi dengan pertemuan dengan stakeholder,” ucap Mewoh sembari pula berujar bahwa pembentukan Badan Adhoc ini tidak hanya di tingkat Provinsi tapi sampai lapisan paling bawah.
Namun demikian dilaksanakan kegiatan tersebut ditekankan Mewoh bukan mengenyampingkan Surat Edaran Gubernur terkait cuti bersama.
“Memang ada surat dari gubernur tentang libur bersama. Tapi bagi kami KPU satu hari sangat penting. Satu hari saja terlewat akan berdampak pada tahapan,” aku Mewoh.
Dirinya pun berharap, media memberitakan secara luas kepada publik tentang Pembentukan Badan Adhoc.
“Biar lewat kegiatan ini media bisa meneruskan informasi untuk diketahui semua orang,” tandas Mewoh.
Diketahui, usai sambutan Ketua KPU Sulut dilanjutkan sesi tanya jawab dengan stakeholder. Dimana sebagai pemateri adalah Komisioner KPU Sulut yaitu Meidy Tinangon dan Salman Sailangi.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY