Sosialisasi Penanganan Bencana di SLB Permata Hati Menutup Rangkaian Kegiatan Aman Bencana Satuan Pendidikan di SLB se-Sulut

0
16
Foto bersama Kadis Pendidikan Sulut, Grace Punuh bersama Kepala Sekolah SLB Khusus Autis Permata Hati Manado, Carol Samola, BPBD Sulut dan para siswa.
Foto bersama Kadis Pendidikan Sulut, Grace Punuh bersama Kepala Sekolah SLB Khusus Autis Permata Hati Manado, Carol Samola, BPBD Sulut dan para siswa.

CINTASULUT.COM,- Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autis Permata Hati Manado mendapat apresiasi dari Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Sulut, Grace Punuh.
Apresiasi tersebut disampaikan Punuh saat digelarnya kegiatan Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana di Satuan Pendidikan oleh SLB Khusus Autis Permata Hati Manado, Kamis (25/11/2021).
“Memberikan apresiasi dan bangga kepada sekolah luar biasa khusus autis Permata Hati Manado menjadi sekolah penggerak. Menjadi sekolah penggerak tidak mudah. Dan semoga ini jadi role model bagi sekolah SLB yang lain,” ucap Punuh.
Selain itu disebut Punuh ada 31 SLB di Sulut, “Tapi baru enam SLB masuk status Sekolah Penggerak,” ujar Kadis Pendidikan Sulut ini.
Pun lanjut Punuh, pendidikan aman bencana adalah usaha untuk memperkenalkan kepada pelajar sejak dini mengenai kesiagaan dalam menghadapi bencana alam dan non alam.
“Program ini memiliki relevansi yang sangat erat dengan keberadaan satuan Pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB),” ungkap dia.
Namun, kata Punuh, tidak bisa dipungkiri bila kondisi dan lokasi SLB masih belum memadai.
“Keberadaan gedung SLB kita masih belum terlalu representatif baik dari segi fisik bangunan sekolah itu sendiri maupun lokasi, “kata Punuh.
Tambah Punuh, kegiatan sosialisasi tersebut bisa disosialisasikan kepada masyarakat secara baik dan benar.
“Agar manfaat kegiatan ini benar terasa,” tutup Punuh seraya mengingatkan soal penggunaan anggaran dengan mengedapankan asas transparansi dan akuntabel.
Kepala Sekolah SLB Khusus Autis Permata Hati Manado, Carol Samola mengatakan telah mendapat bantuan dari Kementerian.
“Iya, sebelum kegiatan sosialisasi ini dilakukan kami memang telah mendapatkan bantuan dari Kementerian pusat untuk menerapkan pengurangan resiko bencana di
sekolah masing-masing,” aku Samola.
Samola juga mengatakan bahwa sebelum kegiatan hari ini telah dilakukan kegiatan lainnya.
“Ada kegiatan sosialisasi bencana juga bagi peserta didik, para guru dan orang tua. Kami juga melakukan simulasi. Dan pada hari ini kami melibatkan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, BPBD, Dinas Sosial dan LSM,” sebut Samola.
Samola juga memastikan bila sosialisasi penanganan bencana tersebut akan terus dilakukan kepada para siswa autis.
“Agar menjadi kebiasaan,” tutup Samola.
Untuk diketahui, sebelumnya kegiatan yang sama sudah dilaksanakan tiga SLB lainnya.* (Jane)

LEAVE A REPLY