Sosialisasi Peran Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban, Kejati Sulut Sasar Sekolah

0
13
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut melakukan sosialisasi penyuluhan hukum di SMA Negeri 6 Manado dan SMK Negeri 9 Manado,
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut melakukan sosialisasi penyuluhan hukum di SMA Negeri 6 Manado dan SMK Negeri 9 Manado,

CINTASULUT.COM,- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara terus lakukan sosialisasi terkait hukum. Kali ini, lewat program kegiatan Jaksa Masuk Sekolah, Tim PENKUM Kejati Sulut sambangi SMA Negeri 6 dan SMK Negeri 9 Manado.
Adapun kunjungan Tim Kejati Sulut ke dua sekolah tersebut, untuk sosialisasi tentang Peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
Tim Penyuluhan Hukum (Penkum) Kejati Sulut terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH., Kepala Seksi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna Ikent Pelealu, SH. MH, Reny Hamel, SH, Heskiel Sumombo, SH, Augustinus Nong, dan Tertius Lumimbus.
Pada saat pemaparan materi oleh Kasi Penkum Yoni E. Mallaka, SH menjelaskan bahwa, jika seseorang terlibat dalam masalah hukum baik sebagai saksi maupun korban, ada lembaga negara yang bertugas dan berwenang untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak kepada saksi dan korban yaitu Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal ini diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH. sebagai narasumber di kegiatan Jaksa Masuk Sekolah
Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH. sebagai narasumber di kegiatan Jaksa Masuk Sekolah

Lebih lanjut Mallaka menjelaskan, dalam rangka membuka akses secara luas kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan, terhitung sejak tanggal 12 Agustus 2018 LPSK telah menyelenggarakan layanan hotline/call center “148” dan aplikasi penerimaan permohonan online yang bisa di unduh melalui playstore.
“Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengajukan permohonan perlindungan, melakukan kosultasi dan mendapatkan informasi sekaligus mengetahui status permohonan perlindungan dari pemohon atau masyarakat yang membutuhkan layanan perlindungan LPSK,” terang Mallaka.
Diakhir pemaparannnya, Mallaka berharap semoga dengan adanya program ini dapat menggugah kesadaran hukum masyarakat untuk bersaksi dan menyampaikan permohonan perlindungan demi terciptanya penegakan hukum yang transparan, akuntabel dan tidak memihak.
Sementara itu Kepala Seksi E Khathryna Ikent Pelealu, SH. MH yang juga tampil sebagai narasumber, mengatakan bahwa berdasarkan pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kejaksaan RI, salahsatu tugas Kejaksaan RI di bidang ketertiban dan ketentraman umum adalah turut menyelenggarakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat.
Peningkatan kesadaran hukum masyarakat tersebut kata Ikent, dilaksanakan salahsatunya dengan Program JMS saat ini. JMS merupakan salahsatu program unggulan Kejaksaan RI dalam rangka menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik.
Tambah Ikent, ada banyak definisi hukum menurut para ahli tetapi hukum itu dalam arti yang sederhana adalah aturan yang jika dilanggar ada sanksinya.
Ikent pun menjelaskan tentang beberapa tindak pidana yang banyak melibatkan generasi muda dewasa ini yakni penyalahgunaan Narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, percabulan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tidak mengenakan helm. Ada juga yang menjadi korban Trafiking (perdagangan orang) serta memposting konten-konten berupa kata-kata, video ataupun gambar yang tidak layak di media sosial.
“Untuk adik-adik yang hadir disini, saya harap tidak ada yang akan terlibat dalam hal-hal tersebut. Itu hanya akan merusak masa depan adik-adik. Tugas adik-adik adalah belajarlah dengan baik dan belajarlah dengan giat dan jangan sampai terjerumus kepada dalam hal-hal yang tidak baik tersebut” tegas Ikent
Di akhir pemaparannya Iket memberikan tips agar siswa-siswa terhindar dari hal-hal yang tidak baik yaitu, patuh kepada orang tua dan guru, membentuk ketahanan diri melalui kegiatan-kegiatan kerohanian, pintar memilih teman dan terakhir melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan olahraga dan kesenian.
Kegiatan sosialisasi yang dilanjutkan dengan tanta jawab ini mendapatkan sambutan positif dari Kepala SMAN 6 Manado Drs. Sammy Prang yang mengatakan bahwa penyuluhan hukum seperti ini baik sekali dilakukan berulang-ulang supaya siswa-siswi terhindar dari hal-hal yang melanggar hukum dilingkungan sekolah, lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.
Kegiatan berlangsung lancar dan dihadiri sekitar 100 siswa-siswi. Sebelum menuju kelas masing-masing semua siswa-siswi di beri kesempatan secara bergantian untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang di bawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY