Surat Permohonan Sejumlah Pemkab Minta Keringanan Angsuran Kredit ‘Mental’, BSG Hindari Likuidasi

0
76
Jefry Dendeng, Direktur Utama (Dirut) BSG.
Jefry Dendeng, Direktur Utama (Dirut) BSG.

CINTASULUT.COM,- Sejumlah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memasukkan surat permohonan keringanan pembayaran angsuran kredit kepada BSG. Namun permohonan tersebut terancam tak bisa direalisasi. Ini dipertegas juga oleh Jefry Dendeng, Direktur Utama (Dirut) BSG saat rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) LKPJ yang diketuai Rocky Wowor di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Jumat (24/4/2020) kemarin.
Bahkan dengan tegas Dendeng mengatakan di rapat, bahwa 75 persen dana yang ada di BSG adalah milik masyarakat (nasabah).
“Dan 25 persen itu milik Pemkab,” tutur Dendeng.
Usai rapat, ketika diwawancarai sejumlah awak media Dendeng menjelaskan bahwa ASN tidak masuk dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (P OJK) Nomor 11 Tahun 2020.
Lanjut Dendeng, bila permohonan tersebut tetap dilanjutkan maka BSG akan diperhadapkan dengan berkurangnya likuiditas.
“Kalau likuiditas kita (BSG) berkurang maka akan berdampak pada tingkat kesehatan bank. Kalau likuiditas bank turun, maka pemilik dana yang menempatkan dananya di Bank Sulut ini bisa menarik semua dananya. Nah, kalau 75 persen ini tiba-tiba ditarik karena milik masyarakat, masalah likuiditas dan masalah kesehatan banknya menurun, berbahaya buat bank ini. Itu permasalahannya. Ini sudah dijelaskan OJK,” jelas Dendeng.
Namun demikian lanjut Dendeng, dirinya mengerti dengan kondisi yang dihadapi ASN yang terdampak Covid-19.
“Saya sedang mencari jalan, tapi setelah berbagai kajian dilakukan ternyata tidak bisa. Kalau pun ada kami harus tunggu dari Otoritas Jasa Keuangan,” tutup Dendeng sembari menambahkan bahwa hingga kini BSG terus melakukan konsultasi.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY