Tak Ada Pos Penjagaan, KPN Manado Ditegur Ketua PT Manado

0
84
Edward Simarmata, Ketua Pengadilan Negeri Manado..
Edward Simarmata, Ketua Pengadilan Negeri Manado..

CINTASULUT.COM,- Selasa (13/2/2018) kemarin, Pengadilan Negeri (PN) Manado lakukan rapat evaluasi. Dalam rapat tersebut terungkap, bila Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Manado, Edward Simarmata sempat ditegur Ketua TAPM (Tim Akreditasi Penjaminan Mutu) Sulawesi Utara – yang juga atasan di Pengadilan Tinggi (PT) Manado.
TAPM mempertanyakan, tidak adanya pos jaga keamanan di depan kantor, dan tidak memenuhi syarat bentuk fisik meja PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang seharusnya ada tujuh loket, namun yang terpasang hanya satu loket saja.
“Kenapa di PN Manado tidak terlihat ada usaha meningkatkan nilai akreditasi pengadilan. Apakah sudah puas dengan nilai B?” bunyi pertanyaan tersebut.
Di rapat, teguran tersebut ramai dibicarakan. Dikatakan Hakim Juru Bicara Vincentius Banar kepada awak media, salah satunya yang diutarakan Hakim Hj. Halidja.
“Kalau hanya itu yang diminta PT, kita sanggup, pak Ketua. Bukan hal sulit. Kami tidak rela, upaya keras selama ini, hanya dinilai kosong belaka. Apalagi, kenapa justru Pak Ketua yang ditegur?” ujar Hakim Banar mengutip perkataan Hakim Hj. Halidja.
Senada disampaikan Panitera Pengganti (PP) Maria R. Pontoh – yang dalam hitungan hari akan purna bakti mengatakan, “Pak Ketua, sudah puluhan tahun saya bekerja di PN Manado, belum pernah merasakan kemajuan yang sangat berarti, seperti sekarang kondisi PN Manado saat dipimpin Bapak. Perintahkan apa saja, kami siap laksanakan,” tutur dia dengan suara getar.
Mendengar itu, KPN Simarmata berujar, “Beliau atasan kita, wajib didengarkan. Nanti saya jelaskan, kenapa kita belum membuat,” kata Simarmata.
Lebih lanjut dikatakan Simarmata, sejak awal, ditegaskan bahwa segala sesuatu di PN Manado dijalankan dengan senyap. Tanpa banyak bersuara”.
“Orientasi pada hasil kerja, dengan fokus pada dua tugas pokok pengadilan yaitu penanganan perkara, dan minutasi. Bapak-Ibu sekalian, sudah tujuh kali saya jadi pimpinan di berbagai tempat, yang jauh lebih sulit dari Manado. Semuanya berhasil, karena ada skala prioritas,” ungkapnya.
Diakui Simarmata, memang ada kelemahan, tidak ada anggaran dinas pembangunan, dan terbatasnya ruangan kerja. Petugas keamanan fokus pada ketertiban persidangan. Namun, tidak menjadi halangan untuk fokus melayani masyarakat. Harus kreatif.
“Apapun siap dikerjakan, asal hasilnya dapat membantu tugas pokok pengadilan, dengan hasil kerja yang signifikan. PTSP, karena ruangan sempit, difungsikan di lorong pengadilan walau dengan hanya satu loket, didukung penuh back office seluruh kepaniteraan,” jelas Simarmata.
Namun demikian, sosok yang dikenal aktif dan memiliki ide-ide brilian ini tetap berprinsip hidup ini adalah pilihan.
“Teruskan saja bekerja. Konsentrasi penuh, dan fokus pada hasil. Hasil yang baik, harus dilaksanakan dengan cara yang baik pula,” imbau dia.
Dan, terkait nilai akreditasi yang baru mencapai nilai B, dikatakan Simarmata, adalah warisan hasil kerja masa lalu.
“Jika kinerja sekarang yang dinilai, saya yakin, tentu hasilnya akan berbeda. Biarlah masyarakat pencari keadilan yang menilai, apakah kelemahan fisik gedung PN Manado, justru mengurangi pelayanan hukum yang diberikan?,” tandas Simarmata dengan nada tanya.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY