Telantarkan Penumpang Jurusan Makasar-Manado 10 Jam, Pelayanan Lion Air Dikeluhkan

0
116
Maskapai Lion Air. Insert: Ferdinand Mewengkang, Ketua Komisi I DPRD Sulut.
Maskapai Lion Air. Insert: Ferdinand Mewengkang, Ketua Komisi I DPRD Sulut.

CINTASULUT.COM,- Maskapai penerbangan Lion Air kembali berulah. Sekitar 100 lebih penumpang jurusan Makasar-Manado,  ditelantarkan di Bandara Hasanudin sekira 10 jam lamanya dengan alasan tak jelas. Alhasil, para penumpang pun ngamuk di bandara.
Hal ini dibenarkan Ferdinand Mewengkang, salah satu penumpang pesawat Lion Air JT40 jurusan Makasar-Manado. Dipaparkan Mewengkang yang notabene adalah Anggota DPRD Sulut ini, tercantum di tiket take off Rabu (1/3) pukul 20:40 WITA. Namun tanpa sebab musabab keberangkatan ditunda. “Kami pun dipindahkan dari pintu 5 ke pintu 4. Lama menunggu, ditanyakan lagi alasannya tetap tidak jelas, katanya nanti disampaikan,” ujar Ketua Komisi I di Deprov ini.
Lanjutnya lagi, setelah beberapa jam akhirnya pihak Lion Air mengatakan kalau pesawat JT40 dibatalkan dengan menyanggupi pembayaran kompensasi sesuai undang-undang yang berlaku. “Namun setelah adu argumen terlebih dahulu,” kata dia.
Tak berhenti sampai di situ, pelayanan Lion Air kembali dipertanyakan. Pasalnya, hanya sebagian kecil penumpang yang mendapat penginapan di hotel. “Sementara yang lain belum mendapatkan hotel. Ya, ribut lagi penumpangnya. Saya langsung ambil inisiatif cari hotel sendiri bersama keluarga,” aku nya.
Bahkan, masih oleh Mewengkang, ada penumpang yang terpaksa tidur di bandara dengan alasan takut ketinggalan pesawat.
Sedangkan terkait dana kompensasi dari pihak Lion Air sebesar Rp.300 ribu pun terlihat rancu. “Hanya ada 4 orang yang dimintai nomor rekening dan diberikan bukti tertulis pembayaran, dan yang lain katanya bisa diambil saat tiba di bandara Sam Ratulangi Manado. Namun, sampai di Manado, setelah ditanyakan terkait dana tersebut dijawab enteng pihak Lion Air bahwa tidak tahu soal itu. Nanti setelah 1 jam baru yang namanya ibu Nova datang dan mengatakan dana kompensasi bisa diambil di bandara atau di kantor Lion Air,” tutur dia.
Terkait pelayanan maskapai Lion Air, dengan tegas dikatakan Legislator dari Partai Gerindra ini, ada beberapa hal yang dinilai. Yaitu, koordinasi yang tidak jalan, kemampuan SDM buruk, dan pemimpin yang tak becus. “Jadi, kalau tidak mau mendapat siksa, jangan pilih lion,” tukas Mewengkang.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY