Terkait Kasus Korupsi Mobil Tronton Bolsel, JPU CABJARI Dumoga Sita Rumah dan Kendaraan Milik RN

0
14
Mobil yang disita JPU CABJARI Kotamobagu di Dumoga.
Mobil yang disita JPU CABJARI Kotamobagu di Dumoga.

CINTASULUT.COM,- Jaksa penuntut umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga, akhirnya melakukan penyitaan atas aset berupa rumah, mobil, dan motor milik terdakwa RN. Ini dilakukan JPU sesuai ketentuan hukum.
Aset milik RN disita atas kasus korupsi pengadaan mobil tronton pada Dinas PU Kabupaten Bolsel Ta 2012.
Proses penyitaan dipimpin langsung oleh Kacabjari Dumoga Evans E. Sinulingga,SH, MH dan Rony H. Gunawan SH selaku Penuntut Umum.
Sesuai rilis yang disampaikan Humas Kejati Sulut, Kamis (17/10/2019), penyitaan tersebut dalam rangka pengembalian uang negara sebesar Rp.449.397.696.
Selanjutnya untuk penitipan barang sitaan kendaraan oleh JPU Fajar Tri Kusuma Aji SH dan Staf Pidsus Senator Boris Pandjaitan SH telah diserahkan kepada Pihak Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Manado.
Penyitaan rumah dan penitipan dua barang sitaan milik terdakwa RN tersebut di atas, merupakan pelaksanaan dari Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Manado Nomor : 6/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Mnd.
Sebagai tindaklanjut permohonan Penuntut Umum pada Cabjari Kotamobagu di Dumoga yang saat ini sudah masuk tahap penuntutan di persidangan tipikor pada Pengadilan Negeri Manado.
Diketahui kasus dugaan korupsi pengadaan truk tronton yang terjadi pada tahun anggaran 2012 lalu, pihak Kejaksaan menetapkan empat tersangka.
Penetapan empat tersangka itu atas hasil penyidikan yang dilakukan melalui surat perintah penyidikan (Sprindik).
Empat tersangka itu yakni SG mantan Kadis PU dan BP selaku PPK dan direktur CV Aneka Kontruksi STE serta RN selaku Pelaksana Lapangan.
Pembelian truk tronton itu terindikasi terjadi markup dana. Sebab, dari hasil pemeriksaan serta penyelidikan ternyata pagu anggaran pembelian truk tronton senilai Rp 1,3 miliar namun hanya dibeli dengan harga Rp 700 juta.
Selain itu, setelah diperiksa mobil tersebut tidak sesuai dengan peruntukan, termasuk tidak sesuai dengan medan yang ada.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY