Terkait Sawah Terlantar di Mogoyunggung, Tuuk: Irigasi Solusi Terbaik

0
75

julius-jems-tuukCINTASULUT.COM,- Anggota DPRD Sulut, Julius Jems Tuuk membenarkan bahwa solusi terbaik untuk mengembalikan kondisi sawah milik masyarakat Mogoyunggung yang kini tidak dimanfaatkan   hanyalah dengan perbaikan irigasi.  Ia memperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp5—7,5-miliar untuk proyek itu.  “Tidak masalah.  Sebab menurut saya, ini sepadan dengan potensi penghasilan beras untuk rakyat Sulut,” papar anggota Komisi I DPRD Sulut ini.

Wakil rakyat dari Dapil Bolmong Raya itu  memperkirakan masyarakat dapat menikmati  hasil panen sekitar Rp12-miliar setahun jika sawah terlantar itu dapat ‘dihidupkan’ kembali.   Sebab menurutnya, luas lahan sawah yang dikeluhkan masyarakat Mogoyunggung itu sekitar  200—250  ha.  Jika produksi beras 2,5 ton/ha, maka dari  200 ha   saja  dapat dipanen sebanyak 2,5 x 3 x 200 ha, sama dengan 1,500 ton per tahun.  Dengan harga rata-rata beras saat ini, Rp8.000 per kg, berarti  diperoleh Rp12-miliar setahun.

“Nah, jika dipotong  biaya produksi sekitar 50%, maka petani akan memperoleh pendapatan bersih kurang lebih Rp6-miliar.  Artinya, biaya proyek irigasi dari Pemerintah akan memberikan nilai tambah yang luar biasa kepada masyarakat,” tandasnya.

Proyek itu pun nantinya akan sangat menopang produksi beras Sulut.  Sebab, jika sawah tetap dibiarkan terlantar, berarti Sulut kehilangan potensi produksi beras  minimal 1.500 ton per tahun .  “Jadi, proyek irigasi itu sangat feasible.  Karena itu harus dibangun,” jelas Tuuk di akhir percakapan.* (Fendy)

LEAVE A REPLY